GARUT, Pewarta.id – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Garut tahun 2026 berhasil menjaring lima nama calon ketua untuk diajukan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Kelima nama tersebut nantinya akan diproses untuk menjadi pengurus DPC PKB Garut definitif periode 2026–2031. Kegiatan Muscab tersebut digelar di Fave Hotel Garut, Jalan Cimanuk, Tarogong Kidul, Garut, pada Minggu (12/04/2026).
Ketua Panitia Muscab DPC PKB Garut, Luqi Sa’adillah Ferindani, menjelaskan bahwa semula panitia hanya menjaring empat nama calon yang telah mendaftar sebelumnya. Namun, dalam proses pelaksanaan muscab, forum menyepakati satu nama tambahan sehingga total kandidat menjadi lima orang.
“Jadi sesuai ketentuan, mekanisme penjaringan calon ketua di PKB ini ada dua. Pertama, dijaring sebelumnya dan direkomendasikan oleh DPP. Kedua, melalui aspirasi yang berkembang dalam forum muscab,” jelas Luqi kepada para awak media usai acara.
Empat nama yang telah menjalani proses melalui DPP adalah Aceng Malki, anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Barat; Subhan Fahmi, Wakil Ketua DPRD Garut; Cecep Ginanjar, Sekretaris DPC PKB Garut; dan Luqi Sa’adillah Ferindani sendiri yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Garut. Sementara satu nama tambahan hasil kesepakatan forum muscab adalah H. Muhamad Romli.
“Sehingga, selain empat orang yang berproses melalui DPP, ditambah satu lagi hasil kesepakatan forum yaitu Pak Haji Muhamad Romli, sehingga menjadi lima orang,” papar Luqi.
Seleksi melalui uji kelayakan bersama UI dan UGM
Luqi menjelaskan bahwa kelima kandidat tersebut selanjutnya akan menjalani proses seleksi di tingkat DPP. Proses ini dilakukan bersamaan dengan nama-nama calon pengurus DPC dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
Tahapan seleksi yang akan dijalani para kandidat adalah Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang diselenggarakan oleh DPP PKB bekerja sama dengan tim psikologis dari Universitas Indonesia (UI) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Informasi yang kami terima, diperkirakan prosesnya akan selesai pada bulan Juni 2026, untuk kemudian dilantik,” tambah Luqi.
Pelibatan dua institusi akademis bergengsi tersebut menunjukkan keseriusan DPP PKB dalam menjaring pemimpin cabang yang tidak hanya memiliki kapasitas politik, tetapi juga kompetensi manajerial dan kepribadian yang terukur secara ilmiah.
Evaluasi kinerja dan konsolidasi menuju Pemilu 2029
Selain proses penjaringan calon ketua, Muscab DPC PKB Garut tahun ini juga mengagendakan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepengurusan periode sebelumnya. Forum muscab turut merumuskan berbagai kebijakan strategis yang akan direkomendasikan untuk dijalankan oleh kepengurusan baru.
Seluruh rekomendasi tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi PKB di Kabupaten Garut dalam menghadapi Pemilu 2029. Luqi mengungkapkan, target perolehan kursi PKB di DPRD Garut pada pemilu mendatang adalah sepuluh kursi, naik dari raihan delapan kursi saat ini.
“Target ini saya kira tidak muluk-muluk, karena saat ini kami telah mengonsolidasi kader strategis dan potensial sekitar tujuh ratus delapan puluh orang yang semuanya mempunyai basis massa cukup besar, dan mereka tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Garut dan siap berjuang memenangkan PKB,” pungkas Luqi.
Konsolidasi kader yang tersebar merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Garut tersebut dinilai sebagai modal sosial yang signifikan. Dengan jaringan yang kuat di akar rumput, PKB Garut optimistis dapat meningkatkan perolehan suara secara signifikan pada Pemilu 2029.
Muscab DPC PKB Garut tahun 2026 menjadi momentum penting bagi partai berlambang bola dunia tersebut untuk mereformasi kepemimpinan dan memperkuat strategi pemenangan menjelang kontestasi politik nasional berikutnya. (Slamet Timur)











