PAMARICAN, Pewarta.id – Tren kuliner yang terus berkembang pesat di berbagai platform media sosial, khususnya TikTok, kini mulai merambah hingga ke pelosok daerah. Salah satunya adalah Dimsum Bakar Mentai, varian baru dari kuliner asal Tiongkok yang tengah digandrungi banyak kalangan. Di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, seorang pedagang bernama Leni, yang akrab disapa Bule, menjadi salah satu pelopor yang berani menghadirkan menu inovatif ini kepada masyarakat setempat, Minggu (13/04/2026).
Dimsum sendiri dikenal sebagai makanan kecil khas Tiongkok yang lazim dinikmati sebagai sarapan atau camilan. Pada umumnya, dimsum disajikan dengan cara dikukus atau digoreng. Namun seiring derasnya arus inovasi di dunia kuliner, kini muncul berbagai variasi penyajian yang semakin kreatif dan menggugah selera. Salah satu yang paling banyak menarik perhatian belakangan ini adalah Dimsum Bakar, terlebih ketika dipadukan dengan saus mentai yang kaya rasa.
Bule, pemilik outlet Dimsum Bule yang berlokasi di Jalan Raya Banjar–Pamarican, mengaku tertarik untuk mencoba membuat dan menjual Dimsum Bakar setelah melihat tren yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Menurutnya, kehadiran menu ini bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan merupakan respons nyata terhadap kebutuhan pasar yang menginginkan sesuatu yang baru dan berbeda.
“Dimsum bakar ini kan belum terlalu banyak khususnya di wilayah Kecamatan Pamarican dan saat ini lagi viral-viralnya juga di TikTok. Jadi itulah dibuat,” ujar Leni kepada Pewarta.id, Minggu (13/04/2026).
Meski terbilang masih baru hadir di pasaran, respons masyarakat terhadap produk Dimsum Bakar buatan Bule ternyata cukup menggembirakan. Pelanggan terus berdatangan, penasaran dengan cita rasa baru yang ditawarkan. Proses pembuatannya pun disebut Bule tidak terlalu rumit. Dimsum yang telah matang kemudian dibakar dan dibaluri dengan kombinasi saus, chili oil, serta saus mentai yang menjadi andalannya.

Mentai, atau yang dikenal juga dengan sebutan mentaiko, adalah saus khas Jepang yang terbuat dari campuran telur ikan polok atau cod yang difermentasi, mayones, dan saus sambal. Perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan cita rasa yang gurih, creamy, dan sedikit pedas — kombinasi yang rupanya sangat digemari oleh lidah masyarakat Indonesia, termasuk warga Pamarican dan sekitarnya.
“Bahannya semua mudah didapat. Jadi gampanglah untuk membuat,” tambah Bule dengan nada optimis.
Kehadiran Dimsum Bakar Mentai di Pamarican ini menjadi angin segar bagi dunia kuliner lokal yang selama ini didominasi oleh menu-menu konvensional. Dengan modal kreativitas dan keberanian untuk berinovasi, Bule membuktikan bahwa tren kuliner dari kota besar pun bisa diadaptasi dan dinikmati oleh masyarakat di daerah.
Tidak hanya berjualan di lokasi tetapnya di Jalan Raya Banjar–Pamarican, Bule juga aktif berdagang setiap hari Minggu di kawasan kuliner Kota Banjar, tepatnya di area Waterpark. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan produknya kepada lebih banyak konsumen di luar wilayah Pamarican.
Dengan semangat yang tak padam, Bule berharap agar kuliner yang ia hadirkan dapat terus dikenal dan dicintai oleh masyarakat luas. Ia percaya bahwa dengan terus berinovasi dan menjaga kualitas, usahanya akan semakin berkembang ke depannya.
“Semoga makin dikenal, makin banyak yang suka,” harapnya penuh semangat.
Keberanian Bule dalam menghadirkan inovasi kuliner di daerah patut diapresiasi. Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, kreativitas dan kepekaan terhadap tren menjadi modal penting yang tak ternilai harganya. Dimsum Bakar Mentai kini bukan lagi sekadar makanan viral di dunia maya — ia telah hadir nyata di meja makan warga Pamarican.











