BANJAR, pewarta.id – Kebakaran melanda ruang Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar, Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Api berhasil dipadamkan oleh petugas keamanan bersama tenaga kesehatan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sebelum petugas Pemadam Kebakaran Kota Banjar tiba di lokasi.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik pada pendingin ruangan atau air conditioner (AC). Api membakar sejumlah furnitur di dalam ruangan, termasuk kursi dan meja pejabat. Sementara itu, asap tebal menyelimuti area terdampak.
Petugas keamanan RSUD Kota Banjar, Adi Wahyu Ramdani, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang penunggu pasien mendatangi pos keamanan untuk melaporkan kejadian tersebut.
Mendapat informasi itu, Adi bersama rekan-rekannya langsung bergerak mencari APAR dan melakukan pemadaman di area lobi rumah sakit, tepatnya di depan ruang Anggrek.
“Sekitar pukul lima lebih, ada penunggu pasien yang datang ke pos dan memberi tahu bahwa ada kebakaran. Kami bersama rekan langsung mencari APAR untuk melakukan pemadaman,” ujar Adi.
Kesigapan petugas keamanan bersama tenaga kesehatan menjadi langkah awal untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke ruangan lain di lingkungan rumah sakit.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kota Banjar, Aam Amijaya, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 05.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas mengerahkan dua unit armada menuju RSUD Kota Banjar.
Namun, saat petugas tiba di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan oleh tenaga kesehatan yang sedang bertugas dengan menggunakan APAR.
“Alhamdulillah, saat kami tiba di lokasi, titik kebakaran sudah bisa ditangani menggunakan APAR. Ada sekitar 16 APAR yang digunakan oleh tenaga kesehatan yang kebetulan sedang bertugas pada pagi hari,” kata Aam.
Diduga Akibat Korsleting AC
Berdasarkan pengamatan awal di lokasi, Aam menduga kebakaran bermula dari korsleting listrik pada AC di ruang manajemen. Api kemudian merembet ke kursi pejabat yang berada di bawahnya.
Furnitur berbahan busa dan plastik diduga turut memperbesar kepulan asap di dalam ruangan. Kondisi tersebut membuat petugas melakukan penanganan lanjutan untuk mengeluarkan asap yang masih terkumpul.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Aam menjelaskan, berdasarkan kondisi yang terlihat saat penanganan awal, api hanya membakar satu ruangan. Sementara itu, sejumlah area lain di sekitarnya terdampak paparan asap.
“Kalau melihat kondisi di lokasi, hanya satu ruangan yang terbakar, sedangkan bagian lainnya hanya terpapar asap,” ujarnya.
Kerusakan dan Kerugian Belum Dipastikan
Terkait dampak kebakaran, Aam menyebutkan sejumlah furnitur, di antaranya kursi dan meja pejabat, terlihat terbakar. Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah dokumen atau berkas penting di dalam ruangan tersebut turut terdampak.
Pendataan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta memastikan barang-barang yang terdampak akibat kejadian tersebut.
Hingga penanganan awal dilakukan, penyebab pasti kebakaran dan nilai kerugian belum diketahui. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan sumber api sekaligus mendata seluruh dampak kebakaran di ruang Kabag Keuangan RSUD Kota Banjar.
Kejadian ini menjadi perhatian terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di lingkungan rumah sakit. Ketersediaan APAR serta respons cepat petugas menjadi faktor penting dalam penanganan awal agar api tidak meluas dan pelayanan kesehatan tetap dapat berjalan dengan aman.( Asep R)






