CIAMIS, pewarta.id – Cuaca Extrem dengan Hujan lebat disertai angin kencang, akibatkan banjir, tanah longsor dan puluhan rumah rusak parah di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Ciamis, Rabu (12/03/2025).
Kepala Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani mengatakan, Cuaca extrem yang terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis, akibatkan Banjir disejumlah titik. Diantaranya di Cijantung, sekitar SMA 3 Negeri Ciamis, dan sekitar PMI Ciamis.
“Banjir terjadi disekitar Cijantung dikarenakan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang jebol, dan di SMA 3 Ciamis diakibatkan benteng sekolah Jebol, sedang banjir yang terjadi sekitar PMI disebabkan debit air tinggi sehingga meluap hingga mengenangi ruas jalan Nasional”, Ujarnya.

Banjir yang terjadi di Cijantung juga akibatkan terganggunya alus lalulintas hingga kemacetan kendaraan capai 5 km, dikarenakan air meluap mengenangi diruas jalan Nasional.
“Iya Banjir yang di Cijantung, meluap ke Jalan Nasional hingga terjadinya kemacetan hingga 3 sampai 5 km, mulai dari titik simpang Kodim.” Tambah Ani.

Sementara, Hujan lebat disertai angin puting beliung juga terjadi di wilayahnya Kecamatan Panumbangan, yang akibatkan 27 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak parah.
“Yang di Panumbangan angin kencang terjadi di Dusun payungsari RT.001 RW. 002 (1 Rumah 1 KK 2 jiwa), di Dusun Payungsari,,o1 RT.005 RW. 002 (1 Rumah 1 KK 4 Jiwa), di Dusun Payungsari RT.006 RW.002 (1 KK 2 Jiwa), di Dusun Cilagara RT.012 RW.004 (1 KK 6 jiwa), di Dusun Cilagara RT.012 RW.004 (1 KK 3 Jiwa), tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.” Katanya.


Masih menurut Ani, dalam SK Darurat siaga Banjir, longsor, serta Cuaca Extrem hingga 31 Mei 2025, untuk itu masyarakat untuk hatus tetap meningkatkan kewaspadaan kebencanaan.
“SK Darurat Siaga Banjir, Longsor dan Cuaca Extrem itu sampai bulan Mei 2025, kita harus tingkatkan terus kewaspadaan terhadap ancaman bencana,” ucapnya
BPBD Ciamis selain melakukan penanganan bencana, juga Assessment serta menyiapkan logistik kedaruratan.
“Kita saat ini, lakukan Penanganan Bencana, evakuasi, Assessment dan menyiapkan logistik kedaruratan, apa saja yang di butuhkan segera,” katanya.***





