GARUT, pewarta.id – Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat mendorong Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Garut untuk semakin memperkuat peran di bidang pendidikan dan kesehatan perempuan serta anak, sebagai langkah nyata mendukung pencapaian target Zero Stunting di daerahnya.
Hal tersebut disampaikan Ketua PW Muslimat NU Jawa Barat, R. Ela M Giri Komala, usai melantik pengurus baru Muslimat NU Garut periode 2026–2031 di Gedung Islamic Center, Jalan Pramuka, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (15/8/2026).
Amanat Mulia untuk Generasi Sehat
Ela menegaskan, amanat yang diemban Muslimat NU merupakan tanggung jawab besar sekaligus mulia.
“Muslimat NU harus lebih percaya diri melaksanakan amanat-amanat organisasi. Ini semata-mata merupakan amanat dari Allah, dan mencakup seluruh sektor kehidupan,” ujarnya.
Menurutnya, kiprah organisasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat. Pendidikan anak usia dini, mulai dari TK hingga PAUD, disebut sebagai perhatian utama dalam membentuk karakter dan kualitas generasi penerus.
Selain itu, sektor kesehatan menjadi fokus serius. Muslimat NU didorong untuk berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya perempuan, ibu, dan anak.
“Kalau yang sudah ada memang tidak bisa langsung dihilangkan, tetapi kita mengupayakan agar tahun depan tidak ada lagi tambahan kasus stunting,” tambah Ela.
Komitmen Muslimat NU Garut
Ketua Muslimat NU Kabupaten Garut, Hj. Kinkin Patonah, S.IP., menegaskan pembangunan generasi tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter dan kesehatan.
“Untuk membentengi moral generasi penerus kita supaya memiliki moral yang baik, akhlak yang baik, kemudian daya kerja yang kuat, bekerja keras,” ujarnya.
Di bidang kesehatan, Muslimat NU Garut berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting serta angka kematian ibu dan anak. Kinkin menekankan, kesehatan perempuan menjadi faktor penting dalam menciptakan keluarga dan generasi berkualitas.
Kegiatan pelantikan ini diikuti sekitar 2.778 peserta dari 42 kecamatan serta berbagai ranting Muslimat NU di Kabupaten Garut.
Peran Perempuan dalam Pembangunan Daerah
Bupati Garut, Abdusy Syakur, yang hadir dalam acara tersebut menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan.
“Setengah dari penduduk Indonesia adalah perempuan. Bagi kita, kesehatan dan kualitas perempuan sangat menentukan kualitas pembangunan Kabupaten Garut,” tegasnya.
Ia menilai, penguatan kapasitas dan kesehatan perempuan merupakan bagian penting dalam membentuk kualitas keluarga, pendidikan masyarakat, hingga kehidupan sosial.(Slamte Timur)

