Jumat, 16 Oktober 2026
Priangan Timur

Komunitas Cermin Tasikmalaya Gelar “Ngopi Sastra”: Semua Orang Jadi Pembicara, Semua Orang Berkarya

Image of Bb3977f698e44773a67785eb9f4d5d24

Tasikmalaya, pewarta.id — Komunitas Cermin Tasikmalaya kembali menghidupkan ruang dialektika sastra melalui kegiatan bertajuk Ngopi Sastra yang digelar di Rukun (Rumah Kuning), Jumat (1/5) pukul 15.00 WIB. Mengusung semangat inklusif, acara ini memberi ruang bagi siapa saja untuk menjadi pembicara sekaligus berkarya.

 

Mengangkat tema reflektif, “Jika politik itu kotor, puisi akan membersihkannya. Jika politik bengkok, sastra akan meluruskannya,” kegiatan ini berupaya menggali kembali relevansi sastra—khususnya puisi—di tengah dinamika sosial dan politik masa kini.

 

Ketua Komunitas Cermin Tasikmalaya, Ashmansyah Timutiah, yang biasa disapa Kang Acong mengatakan acara berlangsung santai namun sarat makna. Peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif menyampaikan gagasan, membaca puisi, serta mendiskusikan peran sastra dalam kehidupan publik.

 

Sejumlah pertanyaan pun mengemuka dalam forum tersebut, di antaranya: apa itu puisi? Apakah puisi sekadar rangkaian kata indah, atau memiliki fungsi yang lebih dalam? Bahkan secara jenaka namun kritis, muncul pertanyaan, “Apakah puisi sejenis sabun, detergen, atau cairan pembersih? Benarkah puisi mampu membersihkan sesuatu yang kotor?”

 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuka ruang diskusi yang lebih luas. Sebagian peserta memandang puisi bukan alat pembersih dalam arti harfiah, melainkan medium penyadaran. Puisi bekerja di wilayah batin—membongkar kebekuan nurani dan mengajak manusia kembali pada nilai kejujuran, keadilan, serta kemanusiaan.

 

Namun demikian, kegelisahan juga mencuat. Di tengah derasnya arus informasi, pragmatisme politik, dan budaya instan, muncul pertanyaan apakah puisi masih dibutuhkan dan tetap ampuh sebagai sarana kritik serta pemurnian sosial.

 

Diskusi berlangsung dinamis. Sebagian peserta menilai bahwa meski puisi tidak lagi dominan sebagai alat perubahan sosial seperti di masa lalu, ia tetap hidup sebagai ruang perlawanan yang sunyi—mempengaruhi individu dan perlahan membentuk kesadaran kolektif.

 

Melalui kegiatan ini, Komunitas Cermin Tasikmalaya menegaskan bahwa sastra belum kehilangan tempatnya. Di ruang sederhana seperti Rumah Kuning, puisi terus menemukan napasnya—hidup dari percakapan, perenungan, dan keberanian untuk bertanya.

 

Ke depan, komunitas ini berharap Ngopi Sastra dapat terus menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk berpikir, berkarya, dan merawat kepekaan sosial. Sebab, puisi mungkin bukan sabun yang langsung membersihkan kotoran, tetapi ia adalah aliran yang perlahan menyentuh,*** menyadarkan, dan pada akhirnya mengubah.

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Priangan Timur

SASADU 2026: Halal Bihalal Seni Komunitas Cermin Tasikmalaya, Ruang Silaturahmi Budaya Pasca Ramadan

Tasikmalaya, pewarta.id  - Komunitas Cermin Tasikmalaya (KCT) kembali menghadirkan agenda budaya tahunan melalui Halal Bihalal Seni “SASADU (Sasalaman Sadudulur) 2026”. Kegiatan ini…

DST · 2 Apr 2026
Hiburan

Diskusi Budaya Sepak Bola: Tantangan dan Peluang Sepak Bola di Tasikmalaya

Tasikmalaya, Pewarta.id – Sepak bola, yang dulunya menjadi bagian integral dari budaya masyarakat Indonesia, kini menghadapi tantangan besar akibat perubahan zaman dan…

DST · 11 Jan 2026
Priangan Timur

Pasamoan Warga Tasikmalaya: Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga” – Refleksi Budaya Menutup HUT Kota ke-24

TASIKMALAYA, pewarta.id  – Dalam semangat kebersamaan dan rasa syukur, Kota Tasikmalaya bersiap menutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 tahun 2025…

DST · 31 Okt 2025
Featured

Malam Apresiasi Seni Ditutup Sarasehan “Bangga Menjadi Anak Indonesia

TASIKMALAYA, pewarta.id – Malam Apresiasi Seni yang digelar Komunitas Cermin Tasikmalaya (KCT) ditutup dengan sarasehan bertajuk “Bangga Menjadi Anak Indonesia”. Acara ini…

DST · 11 Sep 2025
Priangan Timur

Komunitas Cermin Tasikmalaya Buka Pendaftaran Anggota Baru 2025, Pelantikan Digelar September

TASIKMALAYA, pewarta.id  – Komunitas Cermin Tasikmalaya (KCT) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bergabung dan mengasah bakat di bidang seni. Melalui program…

DST · 10 Agu 2025
Memuat berita selanjutnya…