Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Pangandaran Molor, Pekerja Keluhkan Upah Belum Dibayar

Image of Kpl mp

PANGANDARAN, pewarta.id – Program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat pesisir. Namun, pelaksanaan proyek tersebut di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kini disorot karena mengalami keterlambatan penyelesaian.

Berdasarkan pantauan di lokasi proyek yang berada di jalur pantai Batu Hiu–Bojongjalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, hingga pertengahan Januari 2026 pembangunan belum rampung meski telah melewati batas waktu kontrak.

Merujuk pada papan informasi proyek, paket pekerjaan konstruksi Kampung Nelayan Merah Putih Kabupaten Garut dan Pangandaran memiliki nilai anggaran sebesar Rp10,6 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Proyek tersebut dikerjakan selama 106 hari kalender, terhitung sejak 13 September hingga 31 Desember 2025.

Baca Juga :  Setelah Viral di Medsos Pemda Garut Bantu Sekolah MTS Darul Maunaajah Peundeuy

Meski masa pelaksanaan telah berakhir, progres pembangunan diperkirakan baru mencapai sekitar 75 persen. Selain keterlambatan pekerjaan, muncul keluhan dari para pekerja konstruksi yang mengaku belum menerima upah selama dua pekan terakhir. Kondisi tersebut diperparah dengan keterlambatan pasokan material, sehingga aktivitas pembangunan sempat terhenti.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran, Ridwan Mulyadi, membenarkan bahwa proyek Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis nasional yang saat ini masih dikerjakan oleh pihak ketiga.

“Benar, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Namun untuk pelaksanaan teknis pembangunan sepenuhnya menjadi kewenangan pihak pelaksana proyek. Kami di daerah hanya sebagai penerima manfaat,” ujar Ridwan, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga :  Irjen Pol Asep Edi Suheri Salurkan 1000 paket sembako Dan Sumur Bor untuk masyarakat Ciamis

Ridwan menjelaskan, program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang untuk mentransformasi kampung nelayan tradisional menjadi kawasan perikanan modern, produktif, dan terintegrasi dari hulu ke hilir, dengan menyesuaikan potensi serta karakteristik masing-masing daerah.

“Kawasan ini bukan hanya sebagai tempat pendaratan ikan, tetapi juga dirancang menjadi pusat ekonomi perikanan terpadu, mulai dari penangkapan, pengolahan hasil laut, logistik rantai dingin, hingga pengembangan kuliner berbasis perikanan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kampung Nelayan Merah Putih di Pangandaran dibangun di atas lahan seluas 1,327 hektare, termasuk area pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dari total hamparan lahan seluas 1,8 hektare milik Desa Karangjaladri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor terkait keterlambatan pekerjaan maupun keluhan pembayaran upah pekerja. (agk)

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *