POLRES PANGANDARAN PERKUAT SINERGI TOKOH LINTAS AGAMA JELANG NATAL DAN TAHUN BARU

Image of Pnd (2)

Pangandaran, pewarta.id — Menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Polres Pangandaran menggelar forum silaturahmi serta dialog kamtibmas bersama tokoh lintas agama, FKUB, dan organisasi masyarakat sebagai bagian dari kesiapan Operasi Lilin Lodaya (02/12/2025).

Kapolres Pangandaran AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H. menuturkan bahwa intensitas kegiatan masyarakat di penghujung tahun akan meningkat tajam, sehingga perlu pengamanan yang lebih kuat dan terukur.

“Setiap tahun aktivitas masyarakat menjelang Nataru selalu meningkat, mulai dari ibadah hingga wisata. Karena itu kami memastikan seluruh personel siap mengawal keamanan dan kenyamanan warga, terutama saudara-saudara kita yang merayakan Natal,” ujar Kapolres.

Ia menegaskan, seluruh rangkaian ibadah Natal di gereja-gereja se-Kabupaten Pangandaran harus berjalan dengan aman dan penuh kekhidmatan. Melalui forum dialog tersebut, Kapolres meminta para pemuka agama menyampaikan kebutuhan dan potensi kerawanan di wilayah masing-masing.

“Kami ingin pengamanan Natal benar-benar efektif. Untuk itu masukan dari tokoh agama sangat penting agar langkah di lapangan tepat dan terkoordinasi,” tambah Kapolres.

Baca Juga :  Sungai Meluap di Pangandaran, Empat Rumah dan Dua Warung Terendam

Dalam arahannya, Kapolres menyampaikan beberapa imbauan penting, antara lain:

  1. Masyarakat diminta segera melaporkan bila mendapati informasi hoaks bernuansa SARA.

  2. Menyampaikan salam dari Kapolda Jabar sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapan Operasi Lilin Lodaya.

  3. Peningkatan pengamanan di gereja-gereja pada malam dan hari Natal.

  4. Penanganan arus lalu lintas terutama di kawasan wisata Pangandaran.

Kapolres menegaskan bahwa pengamanan Nataru tidak bisa berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat.

“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama. Kami berharap para tokoh agama terus mendorong umat menjaga ketertiban serta tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.

KH. Dadang Chairumsyah, Ketua FKUB Pangandaran yang hadir dalam kegiatan itu turut menekankan pentingnya menjaga kerukunan.

“Kerukunan tidak lahir begitu saja. Ia harus dirawat melalui komunikasi, dialog, dan kebersamaan. FKUB siap mendukung penuh langkah pengamanan yang dilakukan Polres,” ujarnya.

FKUB juga menyampaikan rencana digelarnya doa lintas agama sebagai bentuk dukungan moral sekaligus memperkuat kebersamaan antarumat beragama.

Sementara itu, Muhlis Nawawi Aziz, Ketua GP Ansor Kabupaten Pangandaran menyatakan pihaknya akan terlibat aktif dalam menciptakan suasana yang aman dan damai selama perayaan Natal.

“Ansor dan Banser sudah biasa bersinergi dengan aparat keamanan. Kami siap membantu pengamanan gereja dan memastikan toleransi tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menegaskan tiga komitmen GP Ansor, yakni:

  1. Bersinergi dengan Polres Pangandaran dalam pengamanan ibadah Natal.

  2. Turut menekan potensi intoleransi, provokasi, dan penyebaran hoaks.

  3. Bekerja sama dengan tokoh agama dan masyarakat menjaga kondusivitas Kabupaten Pangandaran.

Dengan dukungan aparat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan, diharapkan perayaan Natal dan Tahun Baru di Pangandaran dapat berlangsung damai dan penuh kebersamaan.***

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *