Ciamis, pewarta.id – Upaya percepatan pemulihan akses jalur Nasional Ciamis–Cirebon terus dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Setelah Jembatan Cikaleho di Dusun Namas, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku kembali amblas akibat tergerus banjir pada Minggu malam (23/11/2025), pemasangan Jembatan Bailey kini dikebut sebagai solusi sementara agar jalur vital tersebut segera bisa dilalui kembali.
Jembatan Cikaleho sebelumnya dua kali mengalami kerusakan dalam kurun sepekan. Setelah hujan deras mengguyur wilayah Ciamis pada Sabtu (18/11/2025), debit air sungai kembali meluap pada Minggu malam, menggerus struktur jembatan hingga ambles dan putus total. Kondisi ini memaksa seluruh arus kendaraan dialihkan dan area jembatan ditutup karena tidak lagi aman dilintasi.
Untuk memastikan konektivitas tidak terputus terlalu lama, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) DKI Jakarta – Jawa Barat turun langsung ke lokasi. Rico Triana, Penanggung Jawab Ruas Jalan Nasional PPK 3.4 Jawa Barat, mengatakan bahwa penanganan darurat saat ini fokus pada pengembalian fungsi jembatan agar dapat segera dilalui.
“Penanganan saat ini kami terutama untuk mengembalikan fungsi jembatan, supaya kendaraan bisa kembali melintas. Kami sedang memasang Jembatan Bailey sebagai jembatan sementara. Insya Allah dalam waktu kurang lebih tujuh hari ke depan sudah siap beroperasi,” jelas Rico.
Ia menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini adalah pemasangan, bukan pembuatan jembatan dari awal, mengingat Jembatan Bailey merupakan konstruksi modular yang dirancang khusus untuk kebutuhan darurat.
“Ini pemasangan, bukan pembuatan, karena sifatnya sementara. Waktu pengerjaan diperkirakan sekitar tujuh hari. Untuk pembangunan permanennya sedang dalam tahap desain, dan kemungkinan besar akan masuk penanganan pada tahun 2026,” tambahnya.
Sementara proses pemasangan berlangsung, seluruh arus lalu lintas telah dialihkan. Kendaraan kecil dari arah Ciamis diarahkan keluar jalur utama sekitar 200 meter sebelum lokasi jembatan, kemudian melalui persimpangan yang telah ditentukan.
“Untuk sementara arus lalu lintas sudah dialihkan. Kalau dari arah Ciamis, kendaraan kecil dialihkan mulai sekitar 200 meter sebelum lokasi, nanti keluar di perempatan depan,” ujar Rico.
Namun untuk kendaraan besar seperti truk tronton, jalur alternatif lebih panjang diberlakukan.
“Kendaraan besar dialihkan ke Tasikmalaya, dan sebagian lagi melalui Banjar. Untuk Jembatan Bailey nanti kapasitasnya 20 ton, jadi hanya bisa untuk kendaraan kecil hingga tiga perempat. Untuk tronton tetap harus lewat jalur alternatif,” tegasnya.
Jembatan Bailey berkapasitas 20 ton tersebut dipasang untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan dan distribusi barang tidak lumpuh total. Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Dishub, dan BPJN turut bersiaga di titik melakukan pengaturan lalu lintas di jalur pengngalihan.
Pekerjaan pemasangan dilakukan siang dan malam, mengingat jalur ini merupakan salah satu akses nasional yang vital di wilayah selatan Jawa Barat. Warga berharap pemasangan jembatan sementara berjalan lancar sehingga jalur penghubung Ciamis–Cirebon dapat dibuka kembali secepatnya.
Sementara itu, rencana pembangunan jembatan permanen ditargetkan menjadi solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak berulang, terutama saat intensitas hujan tinggi. PUPR menegaskan komitmennya untuk memperkuat infrastruktur nasional, termasuk jembatan-jembatan di wilayah rawan banjir dan longsor.***











