GARUT, pewarta.id – Suasana Gedung Pendopo Kabupaten Garut pada Sabtu (10/1/2026) terasa berbeda. Ratusan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Garut berkumpul dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) periode 2026–2030. Acara ini menjadi momentum penting bagi keberlangsungan organisasi guru agama Islam di tingkat kabupaten, sekaligus wadah konsolidasi untuk memperkuat peran guru dalam dunia pendidikan.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Garut, Encep Suherman, hadir langsung dan memberikan arahan strategis. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda rutin, melainkan refleksi atas perjalanan organisasi sekaligus penegasan komitmen terhadap regenerasi kepemimpinan. Menurutnya, organisasi yang sehat adalah organisasi yang mampu menjalankan estafet kepengurusan secara alamiah dan berkesinambungan.
> “Kegiatan ini menjadi refleksi bahwa estafet kepengurusan harus tetap berlangsung secara alamiah. Ini juga menjadikan pembelajaran untuk kita semua bahwa di dalam organisasi itu selalu ada kaderisasi,” tegas Encep.
Regenerasi sebagai Kunci Keberlanjutan
Encep menilai bahwa proses kaderisasi merupakan fondasi utama dalam menjaga eksistensi organisasi guru. Ia mengingatkan agar kepengurusan baru yang terbentuk nantinya tidak hanya melanjutkan program yang sudah ada, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi sesuai dengan tantangan zaman. Dengan demikian, KKG PAI dapat terus relevan dan berkontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan agama Islam di sekolah.
Integrasi dengan PGRI
Selain menyoroti regenerasi, Encep juga menekankan pentingnya integrasi organisasi guru. Ia mengingatkan bahwa KKG PAI tidak berdiri sendiri, melainkan bagian integral dari PGRI. Oleh karena itu, ia berharap tidak ada lagi dikotomisasi antara guru SD, SMP, maupun SMA. Semua guru, apapun jenjangnya, berada di bawah naungan PGRI sebagai induk organisasi.
> “KKG PAI ini adalah guru-guru PAI, termasuk organisasinya merupakan bagian integral dari PGRI dan bisa dijadikan aset PGRI juga. Bukan hanya partial di PAI, tapi PGRI pun bisa meraih manfaat dari mereka,” imbuhnya.
Harapan untuk Kepengurusan Baru
Di akhir sambutannya, Encep menyampaikan harapan besar agar kepengurusan KKG PAI periode 2026–2030 mampu menjalin sinergi yang kuat dengan PGRI. Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru agama, memperkuat solidaritas antaranggota, serta memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Garut secara menyeluruh.
Musda V KKG PAI ini juga menjadi ajang silaturahmi antar guru, sekaligus ruang diskusi untuk merumuskan program kerja yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pendidikan di era modern. Dengan semangat kebersamaan, para guru PAI di Kabupaten Garut bertekad menjadikan Musda sebagai tonggak baru dalam perjalanan organisasi.(slamet timur)











