Inflasi Kota Tasikmalaya Terkendali, BI dan Pemda Siapkan Strategi Tekan Harga Jelang Lebaran 2026

Image of 1000537549

Tasikmalaya, pewarta.id  – Laju inflasi di Kota Tasikmalaya pada awal tahun 2026 masih berada dalam kondisi terkendali. Berdasarkan data terbaru, inflasi pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,43 persen secara tahunan (year-on-year), sementara secara bulanan mengalami deflasi tipis sebesar 0,05 persen.

Meski demikian, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tasikmalaya bersama pemerintah daerah tetap memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Deputi Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Adhar Lifaldy Setia Wiguna mengatakan, pengendalian inflasi di tingkat daerah menjadi sangat penting, terlebih menjelang periode permintaan tinggi seperti Ramadan dan Lebaran.

Menurutnya, secara nasional inflasi pada Februari 2026 masih berada di kisaran 4,76 persen, sehingga berbagai langkah antisipatif perlu diperkuat agar stabilitas harga di daerah tetap terjaga.

Baca Juga :  MEMPERINGATI HARI GIZI NASIONAL JAWA BARAT MENDAPATKAN CHALENGE UNTUK MELAKUKAN 6000 LANGKAH BERSAMA MUFIT SELAMA 7 HARI

“Lebaran selalu menjadi periode dengan tekanan inflasi yang cukup tinggi. Karena itu kami bersama pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi melalui TPID untuk menjaga stabilitas harga di masyarakat,” ujar Wiguna.

Ia menjelaskan, sejumlah langkah strategis telah disiapkan oleh BI bersama pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan yang menjadi penyumbang utama kenaikan harga.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah operasi pasar murah guna menjaga keterjangkauan harga sejumlah bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula.

Selain itu, BI dan pemerintah daerah juga mendorong kerja sama antar daerah untuk memastikan kelancaran distribusi pangan, terutama komoditas yang berpotensi mengalami lonjakan permintaan seperti daging dan telur.

Langkah lainnya adalah memperkuat digitalisasi transaksi melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses pembayaran sekaligus menekan biaya distribusi barang.

Baca Juga :  Apel Gelar Pasukan Pengamanan Malam Tahun Baru Di Taman Kota Tasikmalaya

Tidak hanya itu, pemantauan ketersediaan stok pangan juga akan diperketat melalui sistem informasi harga pangan, sehingga pemerintah dapat memantau perkembangan harga secara real time serta mencegah terjadinya kepanikan di masyarakat akibat lonjakan permintaan.

Wiguna menegaskan, fokus utama Bank Indonesia bersama pemerintah daerah adalah memastikan pasokan bahan pangan tetap tersedia dengan harga yang stabil dan terjangkau.

“Dengan koordinasi TPID yang kuat, kami optimistis stabilitas harga dapat terjaga sehingga masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan lebih tenang,” katanya.

Melalui berbagai langkah tersebut, diharapkan tekanan inflasi di Kota Tasikmalaya menjelang Lebaran 2026 dapat tetap terkendali serta daya beli masyarakat tetap terjaga.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *