Ketua DPW PPP Jawa Barat, Serukan dari Pesantren: PPP Jabar Dorong Lahirnya Pemimpin dari Kalangan Ulama

Image of Ppp garut (3)

Garut, pewarta.id — Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut menjadi momentum penting bagi arah baru partai di Jawa Barat. Dari lingkungan pesantren, seruan kuat disampaikan agar kepemimpinan PPP ke depan lahir dari rahim pesantren.

Image of Ppp garut (1)

Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menegaskan bahwa pesantren harus menjadi pusat lahirnya kader dan pemimpin partai. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya saat pembukaan Muscab di Pondok Pesantren Zawiyah, Samarang, Minggu (26/04/2026).

“Sejalan dengan kepribadian saya sebagai orang pesantren, saya mendorong agar pimpinan-pimpinan PPP di Jawa Barat lahir dari pesantren, bukan lagi dari ruang-ruang hotel,” tegasnya.

Menurutnya, pesantren memiliki nilai keberkahan dan kekuatan moral yang dapat menjadi fondasi dalam membangun partai. Ia meyakini, keberadaan ulama dan kiai merupakan ruh perjuangan PPP sejak awal berdiri.

“Pesantren di manapun, termasuk di sini, memiliki barokah dan karomah. Karena itu, jangan sampai kita anti terhadap pesantren,” ujarnya.

Baca Juga :  28 Contestan. Meriahkan Makeup Competition, Tasik Wedding Festival 2022.

Ia juga menekankan bahwa siapapun memiliki peluang menjadi pemimpin, termasuk dari kalangan pesantren. Namun, pada akhirnya kepemimpinan merupakan bagian dari takdir yang harus dijemput dengan ikhtiar politik yang benar.

Dalam kesempatan itu, Uu menyebut kehadirannya bersama jajaran pengurus wilayah dan utusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) merupakan bentuk keseriusan partai dalam mengawal Muscab PPP Garut.

Tak hanya berbicara soal arah kepemimpinan, Uu juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan kader terhadap konstitusi partai. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Muscab merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sehingga seluruh kader wajib menghormatinya.

“Ini bukan sekadar perintah individu, tapi amanat konstitusi partai. Setiap sikap politik, termasuk hadir atau tidak hadir, pasti memiliki konsekuensi,” katanya.

Ia menambahkan, loyalitas terhadap pimpinan dan ketaatan terhadap aturan organisasi menjadi kunci menjaga soliditas partai. Dalam pandangannya, politik bukan hanya soal kekuasaan, tetapi juga bagian dari ikhtiar menjaga nilai-nilai keislaman.

Baca Juga :  Putusan SIdang Peleno Oleh Gakumdu Dinilai Banyak Kejanggalan

“Para kiai menjaga agama dengan ilmu, sementara politisi menjaganya melalui jalur politik. Karena itu, politik harus dijalankan dengan adab, akhlak, dan keikhlasan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader untuk menghindari perpecahan dan memperkuat kebersamaan dalam tubuh partai. Menurutnya, kekuatan politik hanya dapat terbangun jika ada kesatuan dan kepemimpinan yang jelas.

“Tidak ada kekuatan tanpa kebersamaan, dan tidak ada kebersamaan tanpa kepemimpinan. Maka mari kita berjuang bersama, menjaga persatuan, dan memperkuat barisan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Uu secara resmi membuka Muscab ke-10 PPP Kabupaten Garut dengan harapan seluruh proses berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang solid serta mampu membawa PPP semakin kuat di masa depan.(Slamet Timur).

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *