JAZIRAH x Ciamis Creative Expo 2026: Momentum Penguatan Ekonomi Syariah dan UMKM Halal Naik Kelas

Image of Img 20260605 wa0079

Ciamis, pewarta.id – Kabupaten Ciamis kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan pemberdayaan UMKM halal melalui penyelenggaraan Jalinan Sinergi Ekonomi Syariah (JAZIRAH) x Ciamis Creative Expo (CCE) 2026. Acara yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di kawasan wisata budaya Karangkamulyan ini menjadi wadah kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

 

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekonomi daerah berbasis syariah dan kreatif. β€œCiamis memiliki potensi besar dalam sektor kuliner halal, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menjadikan Ciamis sebagai pusat ekonomi halal baru yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Herdiat menambahkan, dukungan terhadap UMKM halal bukan hanya sebatas pendampingan, tetapi juga mencakup sertifikasi halal, peningkatan kualitas produk, serta integrasi dengan sektor pariwisata.

 

Peluncuran Zona KHAS Karangkamulyan

Salah satu agenda utama JAZIRAH x CCE 2026 adalah peluncuran Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di Rest Area Karangkamulyan. Zona ini menjadi model pengembangan kawasan kuliner halal berbasis UMKM yang terintegrasi dengan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga :  HUT POLAIRUD KE-75, SAT POLAIRUD POLRES PANGANDARAN GELAR SYUKURAN DAN DOA UNTUK KORBAN BENCANA DI ACEH, SUMUT, DAN SUMBAR

 

Ke depan, Rest Area Karangkamulyan diharapkan menjadi rest area non-tol pertama di Indonesia yang memiliki Zona KHAS, sehingga dapat direplikasi di daerah lain sesuai potensi dan karakteristik masing-masing.

Pendampingan UMKM Halal

Sebelum peluncuran Zona KHAS, Bank Indonesia Tasikmalaya bersama pemangku kepentingan telah melakukan pendampingan sertifikasi halal kepada 15 UMKM di kawasan Karangkamulyan. Pendampingan ini mencakup peningkatan standar produk, tata kelola usaha, dan akses pasar.

 

Dengan adanya sertifikasi halal, UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, serta mendukung pengembangan industri halal daerah secara berkelanjutan.

Selain peluncuran Zona KHAS, JAZIRAH x CCE 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, di antaranya:

– Showcase UMKM halal dan ekonomi kreatif.

– Business matching pembiayaan syariah.

– Booth keuangan sosial syariah.

– Tabligh akbar dan talkshow ekonomi syariah.

– Workshop UMKM go digital dan go halal.

– Edukasi transaksi digital melalui QRIS.

– Berbagai perlombaan edukatif terkait ekonomi syariah.

 

Sinergi Penguatan Ekonomi Syariah Priangan Timur

 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida E.S.P, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026, sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis. Menurutnya, penguatan ekonomi syariah di Priangan Timur harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengembangan rantai nilai halal, peningkatan kapasitas UMKM, perluasan akses pembiayaan syariah, hingga pemanfaatan digitalisasi ekonomi.

Baca Juga :  Peringati Hari Jadi ke-383, Bupati Ciamis Ziarah ke Makam Leluhur Galuh

β€œMelalui JAZIRAH x CCE 2026, kami ingin memastikan UMKM halal di Priangan Timur tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas. Dengan dukungan pembiayaan syariah, literasi keuangan, serta pemanfaatan QRIS, UMKM dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing,” ungkap Laura Rulida.

 

Harapan dan Arah ke Depan

Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap sinergi antarpemangku kepentingan dapat semakin mempercepat pengembangan ekonomi syariah daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan UMKM, meningkatkan literasi masyarakat, memperkuat industri halal, serta mendorong tumbuhnya pusat ekonomi halal baru di Priangan Timur.

β€œKe depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas. Ekonomi syariah harus menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” tegas Laura Rulida.E.S.P. ***

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *