Pangandaran, pewarta.id – Upaya pencarian terhadap Muhammad Rizki (20), wisatawan asal Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang hilang terseret arus di Pantai Barat Pangandaran, masih belum membuahkan hasil hingga Minggu (19/7/2026) sore.
Memasuki hari ketiga operasi, tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran melalui jalur darat maupun laut. Pencarian melibatkan Basarnas, Satpolairud, SAR Barakuda, Balawista, TNI, Polri, PMI, serta sejumlah relawan.
Hingga pukul 15.00 WIB, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran.
Ketua SAR Barakuda, Sakio Adriyanto, mengatakan hingga sore hari korban masih belum berhasil ditemukan meski upaya pencarian dilakukan secara maksimal.
“Untuk pencarian sampai hari ini masih nihil. Baik melalui darat maupun laut sudah kami lakukan. Saya sendiri sebagai Ketua SAR Barakuda juga turun langsung memimpin pencarian di lapangan,” ujar Sakio.
Ia mengungkapkan, tim sempat mencium aroma amis di salah satu titik yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban. Namun setelah dilakukan penyisiran berulang kali, hasilnya masih belum membuahkan hasil.
“Tadi sempat ada bau amis, tetapi setelah kami putari dan lakukan penyisiran di lokasi tersebut, korban belum juga ditemukan,” katanya.
Meski demikian, tim SAR gabungan tidak menghentikan operasi pencarian. Setelah beristirahat sejenak, penyisiran kembali dilanjutkan seusai Salat Asar melalui jalur darat dan laut.
“Mudah-mudahan pada penyisiran sore ini korban bisa segera ditemukan,” ucapnya.
Sakio menjelaskan, korban dilaporkan hilang setelah terseret arus saat berenang di kawasan Pantai Barat Pangandaran pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Saat itu Muhammad Rizki bersama dua rekannya bermain menggunakan papan boogie (boogie board) di kawasan Pos 3 hingga Pos 4, tepatnya di depan Hotel Menara Laut. Meski waktu berenang yang diizinkan telah berakhir, ketiganya tetap nekat bermain di laut.
Dua rekannya berhasil diselamatkan oleh petugas dan warga, sedangkan Muhammad Rizki terseret arus dan hingga hari ketiga pencarian masih belum ditemukan.
Sementara itu, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami kembali mengingatkan seluruh wisatawan agar mematuhi seluruh aturan keselamatan yang telah ditetapkan, termasuk larangan berenang di luar jam yang diizinkan.
“Saya sekali lagi mengimbau kepada seluruh wisatawan agar mengikuti peraturan yang telah ditentukan pemerintah daerah. Kondisi arus laut bisa sangat kuat dan yang memahami karakter perairan di sini adalah para petugas. Jadi mohon dipatuhi. Mudah-mudahan korban segera ditemukan,” kata Citra.***











