CIAMIS, pewarta.id – Pasca ditemukannya terkait berfungsi Instalasi Pengolahan Air Limbah, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Ciamis bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dapur MBG Katineung, Kecamatan Pamarican.
Sidak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas pemberitaan mengenai dugaan persoalan pembuangan limbah cair dari dapur yang mengarah ke saluran drainase.
Dalam pemeriksaan tersebut, tim gabungan mengevaluasi kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sekaligus memberikan edukasi dan pembinaan kepada pengelola dapur agar sistem pengelolaan limbah dapat berjalan sesuai ketentuan.
Petugas Satgas Percepatan Program MBG Kabupaten Ciamis, Rini Valianti, mengatakan hasil pemeriksaan menemukan sejumlah bagian yang perlu diperbaiki dan dilengkapi.
“Kami dari Satgas MBG Ciamis menindaklanjuti apa yang diberitakan media mengenai kejadian di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Katineung. Tadi kami menemukan beberapa item yang mesti diperbaiki dan ditambahkan. Jika dilaksanakan dengan baik dan benar, insyaallah ke depannya tidak akan ada lagi masalah pembuangan limbah cair seperti ini,” ujar Rini, Kamis (3/9/2026).
Salah satu perbaikan yang menjadi perhatian adalah penambahan grease trap atau perangkap lemak di setiap bak pencucian. Fasilitas tersebut diperlukan mulai dari area pencucian ompreng, peralatan makan, hingga bahan makanan.
Menurut Rini, grease trap juga perlu dilengkapi instalasi pelindung yang mudah dibuka dan ditutup sehingga proses pemeriksaan serta pengawasan harian dapat dilakukan secara optimal.
Selain itu, tim memberikan arahan untuk menyempurnakan sistem IPAL yang ada dengan mengombinasikan IPAL konvensional dan IPAL pabrikasi. Kelayakan sistem pengolahan limbah nantinya akan diperkuat melalui pengujian sampel di laboratorium.
Rini menyebut pengelola Dapur MBG Katineung menunjukkan sikap kooperatif dan siap menindaklanjuti seluruh masukan teknis yang diberikan.
“Pihak dapur alhamdulillah siap dan secara sadar berjanji memperbaiki kekurangan. Mereka juga memilih menghentikan sementara operasional selama 3 hingga 4 hari sampai sistem IPAL terpasang dengan benar,” katanya.
Langkah penghentian sementara operasional tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan fasilitas agar pengelolaan limbah dapur dapat berjalan lebih baik sebelum kegiatan kembali dilanjutkan.
Sementara itu, Asisten Lapangan (Aslap) Dapur MBG Katineung, Sidik, menyampaikan apresiasi atas pembinaan dan arahan yang diberikan tim Satgas bersama DPRKPLH dan Dinkes Ciamis.
Ia menegaskan pihak pengelola berkomitmen melakukan pembenahan, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) maupun kelengkapan fasilitas dapur.
“Insyaallah secepatnya kami perbaiki dan lengkapi kekurangannya. Untuk IPAL pabrikasi sebenarnya sudah siap, tinggal proses pemasangan. Demi menunjang perbaikan ini, operasional dapur kami liburkan sementara sampai semuanya benar-benar terpasang dengan baik,” ujar Sidik.
Ia menambahkan, pembenahan tersebut dilakukan agar seluruh aktivitas Dapur MBG Katineung dapat berjalan aman dan sesuai dengan petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN).
Dengan adanya evaluasi dan perbaikan tersebut, pengelola berharap sistem pengolahan limbah dapat berfungsi secara optimal sehingga operasional dapur ke depan dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan sesuai standar yang ditetapkan. (AR)










