Korban Terseret Arus di Pangandaran, Remaja Asal Bandung Ditemukan Meninggal Dunia

Image of Img 20260720 wa0006

Pangandaran, pewarta.id – Setelah tiga hari pencarian tanpa henti, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Muhammad Rizki (20), wisatawan asal Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang sebelumnya hilang terseret arus di Pantai Barat Pangandaran.

 

Korban ditemukan pada Senin (20/7) dini hari sekitar pukul 03.15 WIB. Lokasi penemuan berada di kawasan Pantai Barat, tidak jauh dari titik awal kejadian. Jenazah segera dievakuasi oleh tim penyelamat yang terdiri dari Basarnas, SAR Barakuda, Balawista, Satpolairud, TNI, Polri, PMI, serta relawan masyarakat.

 

Ketua SAR Barakuda, Sakio Adriyanto, menyampaikan bahwa penemuan ini menutup operasi pencarian yang telah berlangsung sejak Jumat (17/7). “Alhamdulillah korban atas nama Muhammad Rizki sudah ditemukan. Korban mendarat sendiri di Pantai Barat dan langsung kami evakuasi bersama tim gabungan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bela Petani, SPP Kecam Keras Perusakan Tanaman Petani Saat Penertiban BBKSDA di Kawasan Gunung Papandayan

 

Setelah proses evakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Pandega Pangandaran untuk pemeriksaan medis. Usai pemeriksaan, jenazah akan dipulangkan ke rumah duka di Kabupaten Bandung untuk dimakamkan.

 

Operasi pencarian sebelumnya dilakukan dengan menyisir jalur darat dan laut. Pada hari ketiga, tim sempat mendeteksi aroma amis di salah satu titik yang diduga lokasi korban, namun pencarian saat itu belum membuahkan hasil.

 

Muhammad Rizki diketahui hilang saat berenang menggunakan papan boogie bersama dua rekannya di sekitar Pos 3 hingga Pos 4, depan Hotel Menara Laut, pada Jumat sore. Saat itu, waktu berenang resmi sudah berakhir. Dua rekannya berhasil diselamatkan, sementara Rizki terbawa arus hingga akhirnya ditemukan tiga hari kemudian.

Baca Juga :  Iwan Bule Membuka Turnamen Catur

 

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya aktivitas berenang di luar jam yang ditentukan. Ombak dan arus laut di Pangandaran dikenal berubah cepat, sehingga wisatawan diimbau untuk selalu mematuhi aturan keselamatan.

 

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, turut menegaskan pentingnya disiplin wisatawan terhadap imbauan petugas. “Arus laut bisa berubah sangat cepat. Demi keselamatan bersama, mohon seluruh aturan dipatuhi,” katanya.

 

Tragedi ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di kawasan wisata populer tersebut. Meski pantai menjadi daya tarik utama, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama bagi pengunjung.

 

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi wisatawan lain agar lebih berhati-hati, serta menjadi pengingat bahwa keindahan laut harus dinikmati dengan penuh kewaspadaan. [gpwk]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *