PULUHAN RUMAH WARGA RUSAK AKIBAT PERGERAKAN TANAH DI PANUMBANGAN CIAMIS

Image of Screenshot 20251113 135915 whatsappbusiness

pewarta.id – Bencana pergerakan tanah kembali melanda wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kali ini, fenomena longsor lambat tersebut terjadi di Desa Payungagung, Kecamatan Panumbangan, dan mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. Sedikitnya 56 rumah dilaporkan terdampak dan 69 kepala keluarga atau sekitar 191 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

 

Peristiwa ini terjadi pada Rabu malam (12/11), sekitar pukul 21.00 WIB. Warga di dua dusun, yaitu Dusun Limusagung dan Dusun Pamekaran, merasakan pergerakan tanah yang cukup kuat disertai suara retakan dari bawah permukaan tanah. Beberapa saat kemudian, sejumlah rumah mengalami retakan besar di bagian dinding dan lantai.

 

Salah seorang warga terdampak, Yuyun Yuningsih, menuturkan saat kejadian dirinya tengah berada di rumah bersama anak-anaknya. Tiba-tiba terdengar suara keras seperti tanah yang bergeser di bawah rumahnya.

Image of 20251113 134849Image of 20251113 134327

“Waktu itu saya lagi di rumah bertiga sama anak-anak. Tiba-tiba ada suara dari bawah lantai seperti retakan. Pas dilihat, ternyata lantai sama dinding rumah sudah pecah. Kami langsung panik dan memilih ngungsi ke rumah nenek yang beda RT,” ujar Yuyun saat ditemui di lokasi pengungsian, Kamis, (13/10/2025).

Baca Juga :  Intimidasi Warga Pengunggah Jalan Rusak di Cisewu, Pemkab Garut Audit Desa Panggalih

 

Kondisi paling parah terjadi di Dusun Limusagung, di mana sejumlah rumah mengalami kerusakan berat hingga tidak bisa lagi ditempati. Pemerintah Desa Payungagung bersama relawan dan aparat setempat langsung mengevakuasi warga ke lokasi aman, termasuk ke madrasah dan rumah warga yang berada di area yang stabil.

 

Kepala Desa Payungagung, Haris Nasution, mengatakan bahwa pergerakan tanah di wilayahnya bukan hal baru. Fenomena ini telah terjadi sejak lebih dari satu dekade lalu, namun dalam beberapa tahun terakhir, kerusakannya semakin meluas akibat intensitas hujan yang tinggi.

 

“Pergerakan tanah di wilayah kami ini sudah terjadi sejak tahun 2010, tapi sekarang kondisinya makin meluas dan parah. Warga yang terdampak sudah kami evakuasi ke madrasah dan rumah-rumah warga yang aman,” jelas Haris.

 

Menanggapi kondisi tersebut, tim dari BPBD Kabupaten Ciamis telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan darurat. Petugas bersama aparat desa, TNI, Polri, serta relawan terus memantau pergerakan tanah agar dapat mengambil langkah cepat jika terjadi pergeseran lanjutan.

Baca Juga :  Polres Ciamis Tegaskan Netralitas dalam Pilkada 2024, Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Digelar

 

Selain melakukan pendataan rumah terdampak, BPBD juga menyiapkan bantuan logistik bagi warga yang mengungsi. Mereka diminta untuk tidak kembali ke rumah sementara waktu mengingat kondisi tanah di beberapa titik masih labil dan berpotensi terjadi pergerakan susulan.

 

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Ciamis menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil kajian geoteknik untuk memastikan tingkat kerawanan di lokasi terdampak. “Kondisi di lapangan menunjukkan adanya retakan baru di sejumlah titik. Kami imbau masyarakat tetap waspada, terutama di saat curah hujan tinggi seperti sekarang,” ujarnya.

 

Fenomena pergerakan tanah memang kerap melanda wilayah Kecamatan Panumbangan yang berada di kawasan perbukitan dengan struktur tanah liat dan tingkat kemiringan tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana tanah gerak tertinggi di Kabupaten Ciamis.

 

Hingga Kamis siang (13/11), warga masih bertahan di tempat pengungsian sementara sambil menunggu kondisi aman. Pemerintah daerah berencana menyalurkan bantuan lanjutan serta menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang, termasuk kemungkinan relokasi bagi rumah-rumah yang berada di zona merah rawan bencana.***

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *