Kapolres Ciamis Salurkan Bantuan Sosial Sembako untuk Pengungsi Pergerakan Tanah di Panumbangan

Image of 20251113 152033

CIAMIS, pewarta.id – Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah turun langsung menyalurkan bantuan sosial sembako kepada warga yang terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Payungagung, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Kamis (13/11/2025).

Bantuan tersebut diberikan kepada para pengungsi yang kini menempati lokasi-lokasi aman setelah rumah mereka terdampak pergerakan tanah yang terjadi pada Rabu malam (12/11) sekitar pukul 21.00 WIB. Sedikitnya 56 rumah rusak dan 68 kepala keluarga atau sekitar 191 jiwa terpaksa meninggalkan kediaman mereka untuk mengungsi.

AKBP Hidayatullah menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Ciamis terhadap warga yang tengah menghadapi musibah. Ia berharap bantuan sembako tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang kini kehilangan tempat tinggal sementara.

Baca Juga :  Rumah di Tasikmalaya Ludes Terbakar, Kerugian Mencapai Rp 50 Juta!

“Kami turut prihatin atas bencana yang menimpa warga di Desa Payungagung. Bantuan ini mungkin tidak besar, tapi kami ingin hadir dan memastikan masyarakat mendapatkan dukungan, baik moril maupun kebutuhan pokok,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah.

Image of 20251113 150802

Menurutnya, fenomena pergerakan tanah bukan hal baru di wilayah Panumbangan. Dengan kondisi geografis berupa perbukitan, struktur tanah liat, dan tingkat kemiringan yang tinggi, kawasan ini memang rawan mengalami pergeseran tanah, terutama saat curah hujan meningkat.

Baca Juga :  Tim SAR terlah Berhasil Menemukan Korban Longsor di Peundeuy Garut

“Wilayah Panumbangan menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerawanan tertinggi di Ciamis. Karena itu, kami imbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika ada tanda-tanda retakan baru atau pergerakan tanah,” tambahnya.

Selain menyalurkan bantuan sembako, jajaran Polres Ciamis juga lakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengungsi.

“Kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan para pengungsi, untuk menjaga kesehatan di tempat pengungsian. Ungkapnya

Hingga Kamis sore, sejumlah petugas gabungan masih berjaga di area rawan untuk memantau perkembangan kondisi tanah serta membantu distribusi logistik bagi pengungsi.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *