Ciamis, pewarta.id — Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di wilayah Priangan Timur ditandai dengan pelaksanaan Panen Raya dan Peresmian Kantor Sekretariat Klaster Padi Pamarican di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Ciamis, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan serta implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS).
Panen raya dilakukan di lahan seluas 54 hektare, termasuk 23 hektare padi organik, dengan produktivitas mencapai 7,5 ton per hektare. Capaian ini menunjukkan bahwa praktik Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) mampu berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Kabupaten Ciamis sendiri memiliki luas baku sawah 32.386 hektare dengan potensi produksi 402.917 ton gabah kering giling per tahun, setara 257.947 ton beras.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T., yang hadir mewakili Bupati Ciamis, menyampaikan apresiasi kepada para petani.
“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para petani yang terus berinovasi dalam menerapkan praktik budidaya produktif dan ramah lingkungan. Potensi produksi Ciamis menjadi modal strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung agenda swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Sementara, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Azhar Livaldy Setyawigoena, menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas inflasi, khususnya komoditas pangan bergejolak.
“Di tengah tantangan perubahan iklim, dinamika harga input produksi, alih fungsi lahan, serta regenerasi petani, penguatan produktivitas dan daya saing sektor pertanian menjadi semakin penting. Bank Indonesia mendorong penerapan Good Agricultural Practices (GAP), pemanfaatan teknologi, serta penguatan kelembagaan petani melalui ekosistem klaster pangan,” jelasnya.
Masih menurut Azhar, dengan diresmikannya kantor Sekretariat Klaster Padi Pamarican diharapkan menjadi pusat koordinasi pengembangan klaster, memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan efisiensi pascapanen, memperluas jejaring pemasaran, dan mendorong nilai tambah komoditas padi.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Sekolah Lapang bagi 40 petani, sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi TPIP–TPID Wilayah Jawa 2026. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menghadapi perubahan iklim, memperkuat mitigasi risiko fenomena El Niño, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen secara berkelanjutan.
Ditambahkan Azhar, Pengembangan Klaster Padi Pamarican menjadi bagian dari implementasi GPIPS yang menekankan pendekatan hulu-hilir, mulai dari produktivitas, rantai pasok, hingga konektivitas antardaerah. Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui program berkelanjutan, inovasi adaptif, dan kolaborasi erat yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
“Ke depan, Bank Indonesia Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis akan terus memperkuat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), mengembangkan klaster pangan, dan menjaga stabilitas harga demi pertumbuhan ekonomi Priangan Timur yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.” pungkasnya










