GARUT, pewarta.id – Ribuan warga memadati Lapangan Otto Iskandar Di Nata atau Alun-Alun Garut, Kecamatan Garut Kota, untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Rabu (27/5/2026).
Pelaksanaan Salat Iduladha berlangsung khidmat dengan dipimpin KH. Muhammad Shufina sebagai imam. Sementara khutbah Iduladha disampaikan KH. Ena Sumpena yang merupakan Ketua Penasihat PD Persis Garut.
Dalam sambutannya, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat nilai pengorbanan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengandung pesan penting tentang keikhlasan dan pengabdian demi kemaslahatan umat serta meraih ridha Allah SWT.
Ia menilai, semangat pengorbanan tersebut perlu diimplementasikan dalam kehidupan sosial maupun pembangunan daerah.
“Membangun Garut tidak hanya cukup dengan program dan anggaran, tetapi membutuhkan kepekaan sosial, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Syakur.
Pada kesempatan itu, Bupati Garut juga menyinggung penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Garut telah memberangkatkan sebanyak 174 calon jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 22 Kertajati.
Ia mengakui jumlah jemaah haji asal Garut tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut, kata dia, merupakan dampak dari kebijakan pemerintah pusat yang diterapkan untuk menjaga pemerataan kesempatan berhaji bagi umat Islam di Indonesia.
Meski demikian, Syakur mengajak masyarakat tetap bersyukur dan mendoakan para jemaah agar dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar.
“Meski jumlahnya berkurang, kita tetap bersyukur dan berdoa semoga seluruh jemaah haji asal Garut diberi kesehatan, kekuatan, kelancaran, serta kembali menjadi haji dan hajah yang mabrur dan mabruroh,” katanya.
Sementara itu, dalam khutbah bertema “Hakikat Ibadah Kurban dan Maqashidus Syariah”, KH. Ena Sumpena mengingatkan pentingnya memanfaatkan usia untuk memperbanyak amal saleh dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan, ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi bentuk penghambaan yang memiliki nilai menjaga agama atau hifz ad-din dalam perspektif maqashidus syariah.
KH. Ena juga menyampaikan bahwa bagi umat Islam yang belum memperoleh kesempatan menunaikan ibadah haji, kurban menjadi salah satu amalan utama pada Hari Raya Iduladha.
“Jika belum diberi kesempatan berhaji, maka ibadah kurban menjadi amal saleh yang utama. Jika belum mampu berkurban, masih ada puasa Arafah. Dan berkumpulnya kita hari ini juga merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya meningkatkan kesalehan kepada Allah SWT,” tuturnya.
Pelaksanaan Salat Iduladha di Alun-Alun Garut berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, menjadi refleksi semangat kebersamaan masyarakat dalam menyambut hari besar keagamaan sekaligus mempererat nilai persaudaraan dan kepedulian sosial.(Slamet Timur).











