Sabtu, 17 Oktober 2026
Garut

3% Miskin Extrem Masyarakat Garut, dari 10.4% Angka Kemiskinan Kabupaten Garut

GARUT, pewarta.id – Pemerintah Kabupaten Garut menargetkan penurunan angka kemiskinan dari 19.4 % menjadi 1 digit di akhir tahun 2023. Hal tersebut diungkapkan Bupati Garut, Rudy Gunawan, di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan beras di Desa Selaawi, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Selasa (12/09/2023).

Menurut Rudy, sebelumnya berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 8,8% pada tahun 2020 menjadi 10,4% pada tahun 2022. Namun, dampak pandemi Covid-19 membuat angka tersebut naik menjadi 10,8% di tahun 2021.

Rudy menyebut, dalam konteks angka kemiskinan, bahwa sekitar 10,4% penduduk Kabupaten Garut masih tergolong miskin, dengan 82 ribu orang di antaranya berada dalam kategori miskin ekstrem, atau sekitar 3% dari total populasi.

“Jadi dari 10,4%, 3%-nya miskin ekstrem, dan insya Allah itu sudah ada _by name by addres_ dan ada kartu keluarga, di mana kita semua akan fokus menyelesaikan masalah itu dengan berbagai strategi,” ujar Rudy.

Rudy menjelaskan bahwa pemerintah pusat memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai salah satu strategi, sementara Pemkab Garut fokus pada strategi perencanaan jangka panjang, termasuk pembukaan lapangan pekerjaan, investasi, peningkatan Indeks Pertanaman (IP), serta pengembangan infrastruktur seperti jalan usaha tani.

Bupati Garut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Garut, khususnya kemiskinan ekstrem.

“Tentu kami bersungguh-sungguh untuk menyelesaikan itu (kemiskinan ekstrem), dan insya Allah mungkin kita akan bisa melihat kerja keras Pemda Garut di bulan November 2023, di mana angka kemiskinan 2023 akan dibuka kembali, Insya Allah kita ke satu digit ya,” ucapnya dengan nada optimis.

Rudy mengucapkan, terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dalam upaya penghapusan kemiskinan, serta mengajak semua stakeholder untuk bersatu dalam menyelesaikan masalah kemiskinan ekstrem.

“Ayo kita bergotong royong, semua stakeholder bersatu padu menyelesaikan masalah kemiskinan ekstrem,” pungjasnya.***ezds

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Garut

KPK Turun ke Garut, Kepala Desa Dibekali Cegah Suap, Gratifikasi hingga Korupsi

GARUT, pewarta.id – Upaya mencegah praktik korupsi dari tingkat pemerintahan paling bawah terus diperkuat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun langsung memberikan pembekalan…

oez26 trisno · 15 Sep 2026
Priangan Timur

Bukan Sekadar Seremoni, Bupati Garut Minta DHR-45 Jadi Teladan Semangat Perjuangan

GARUT, pewarta.id – Semangat perjuangan para pendahulu dinilai tetap relevan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di era sekarang. Bupati Garut, Abdusy Syakur…

oez26 trisno · 11 Sep 2026
budaya

Bupati Garut Berharap TWA Gunung Papandayan Berikan Dampak Ekonomi Bagi Daerah dan Masyarakat Sekitar.

Garut, pewarta.id  -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menyatakan, akan terus memperkuat sinergi dengan pengelola destinasi wisata untuk memajukan potensi pariwisata daerahnya. Hal…

DST · 29 Jul 2026
Garut

Kemah Bela Negara 2026 di Garut: Bupati Abdusy Syakur Ajak Generasi Muda Perkuat Nilai Kebangsaan

Garut, pewarta.id  -Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan pentingnya generasi muda memperkuat nilai kebangsaan dan semangat bela negara sebagai bekal menghadapi tantangan…

DST · 9 Jul 2026
Priangan Timur

Kemarau Berkepanjangan Ancam Pertanian Garut, Puluhan Hektare Sawah di 11 Kecamatan Mulai Kekeringan

GARUT, pewarta.id – Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir mulai memunculkan ancaman serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Garut. Setelah…

oez26 trisno · 7 Jul 2026
Memuat berita selanjutnya…