Garut, pewarta.id – Perkumpulan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) menilai pengelolaan Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Cikembulan, Kadungora, Garut, telah berjalan baik dan memenuhi standar konservasi. Penilaian itu disampaikan seusai kunjungan pembinaan tim PKBSI pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Kabid Organisasi, Hukum & Keanggotaan PKBSI, Prof. DR. Gono Semiadi, bersama Drh. Endah Rumiyati (Korwil DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten) dan Drh. Wisnu Wardana (Bidang Etika & Kesejahteraan Satwa), mencatat sejumlah hal positif. Menurut Gono, manajemen pengelolaan sudah tertata, termasuk keberadaan dokter hewan tetap yang memastikan kesehatan satwa serta pengaturan nutrisi secara berkelanjutan.
“Yang sangat kami hargai, di sini sudah ada dokter hewan sendiri. Banyak LK lain hanya melibatkan dokter hewan saat darurat,” ujar Gono. Ia juga mengapresiasi program pelepasliaran satwa ke habitat alaminya, yang dinilai sangat penting sesuai ketentuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 22 Tahun 2019 tentang Lembaga Konservasi.
Ketua Bidang Etika dan Kesejahteraan Satwa PKBSI, drh. Wisnu Wardana, menambahkan setiap LK wajib menerapkan lima prinsip kesejahteraan satwa: bebas dari lapar dan haus, bebas dari ketidaknyamanan lingkungan, bebas dari sakit dan cedera, bebas dari rasa takut serta stres, dan bebas mengekspresikan perilaku alami.
“Prinsip itu harus benar-benar dijalankan. Kalau satwa tampak stres, pengunjung pun tidak akan nyaman,” tegasnya.
Manajer Operasional Taman Satwa Cikembulan, Rudy Aripin, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjadi anggota PKBSI sejak awal berdiri. Kunjungan kali ini difokuskan pada evaluasi, pembinaan, serta diskusi program konservasi.
“PKBSI ingin melihat sejauh mana kami berpartisipasi sekaligus mengetahui kebutuhan agar pengelolaan semakin baik,” kata Rudy.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas peluang pengembangan, mulai dari pembaruan data satwa hingga program peningkatan kualitas pengelolaan konservasi. Rudy menambahkan, PKBSI aktif memantau aktivitas anggotanya melalui laporan rutin dan media sosial.
“Hasil kunjungan ini diharapkan menjadi dasar tindak lanjut program yang mendukung keberlangsungan Taman Satwa Cikembulan,” pungkasnya. (Slamet Timur).











