IJTI Galuh Raya Gelar Talkshow Resolusi Awal Tahun 2026, Dorong Optimisme Daerah Lewat Jurnalisme Positif

Image of 20260108 102336

CIAMIS, pewarta.id – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Galuh Raya menggelar Talkshow Discussion Life bertema “Resolusi Awal Tahun 2026: Membangun Optimisme Daerah melalui Jurnalisme Positif” sebagai upaya memperkuat peran strategis media dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara insan pers, pemerintah daerah, akademisi, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk merumuskan arah pemberitaan yang konstruktif di awal tahun 2026. Talkshow tersebut menekankan pentingnya jurnalisme yang tidak hanya informatif, tetapi juga solutif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ketua IJTI Korda Galuh Raya, Yosep Trisna, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan media merupakan kunci dalam mengawal berbagai program strategis yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026.

“Media memiliki peran penting sebagai mitra kritis pemerintah. Jurnalisme harus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial, namun tidak berhenti pada kritik semata,” ujar Yosep.

Menurutnya, jurnalisme positif bukan berarti menutup-nutupi persoalan atau mengabaikan kritik. Sebaliknya, jurnalisme positif menghadirkan sudut pandang yang berimbang dengan menekankan solusi, harapan, serta kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

“Pemberitaan yang membangun optimisme daerah adalah jurnalisme yang berani mengungkap masalah, sekaligus mendorong solusi dan memberikan harapan. Inilah jurnalisme yang dibutuhkan masyarakat hari ini,” tambahnya.

Yosep juga menekankan bahwa di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang terus berkembang, media dituntut untuk semakin adaptif dan bertanggung jawab dalam menyajikan informasi, khususnya terkait kebijakan publik dan program pembangunan daerah.

Melalui talkshow ini, IJTI Korda Galuh Raya berharap kapasitas jurnalis semakin kuat dalam menyusun narasi pemberitaan yang mendorong partisipasi publik, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta menciptakan iklim informasi yang sehat dan konstruktif.

Baca Juga :  Diduga Lakukan Intimidasi Jurnalis, Oknum Danramil di Pangandaran Meminta Maaf

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, yang hadir sebagai narasumber, menegaskan bahwa jurnalisme positif memiliki peran strategis di tengah derasnya arus informasi pada era digital.

Menurutnya, jurnalisme positif bukanlah praktik menutup kritik, melainkan menyampaikan fakta dan realitas secara kritis, etis, terbuka, dan bijaksana, dengan orientasi utama pada kepentingan publik.

“Jurnalisme positif itu berpikir kritis, tetapi tidak melupakan sifat etis. Menyampaikan informasi secara terbuka, namun tetap harus bijaksana,” ujar Andang saat talkshow yang digelar Kamis (8/1/2026).

Ia menilai, wartawan tidak perlu ragu menyampaikan fakta apa adanya selama dilakukan dengan tanggung jawab, menjunjung tinggi etika jurnalistik, serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Informasi yang berkualitas, kata dia, harus mampu mengedukasi, bersifat konstruktif, dan menumbuhkan nilai-nilai kebaikan.

“Informasi yang tersampaikan harus edukatif, konstruktif, dan mengajak pada kebaikan. Dengan begitu, kita sama-sama membangun masyarakat, karena jurnalisme merupakan salah satu pilar kekuatan bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andang mengingatkan bahwa derasnya arus informasi digital menuntut insan pers dan masyarakat untuk semakin selektif. Ia menegaskan pentingnya menghindari pemberitaan yang bersifat provokatif, sensasional, dan berpotensi menimbulkan kebencian maupun perpecahan.

“Sepahit apa pun informasi, arahkan untuk menunjukkan kebaikan. Bukan untuk memprovokasi atau menimbulkan perpecahan, tetapi menghadirkan solusi dan harapan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Ciamis juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap insan pers di Kabupaten Ciamis. Ia menilai wartawan di Ciamis telah menunjukkan profesionalisme dengan tetap kritis, namun tetap menjunjung tinggi etika dan kebijaksanaan.

Baca Juga :  Pj Bupati Garut: Kualitas Air Menurun, Perlu Kajian Penyediaan Air Bersih Jangka Panjang

“Saya bangga bergaul dengan teman-teman wartawan di Ciamis. Kritis, tetapi etis. Terbuka, namun tetap bijaksana. Jurnalisme positif bukan berarti kolusi, melainkan kemitraan yang sehat untuk membangun daerah,” ungkapnya.

Ia optimistis, dengan jurnalisme yang kuat, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik, cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan, dimulai dari daerah.

“Kita mulai dari Ciamis, dengan wartawan yang hebat. Informasi yang disampaikan dengan baik akan membuat masyarakat optimis membangun daerah dan negaranya,” pungkas Andang.

Dalam forum yang sama, akademisi Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Hendra Sukarma, turut memberikan apresiasi dan dukungan terhadap IJTI Korda Galuh Raya. Ia menyebut refleksi awal tahun sebagai momentum penting untuk mengevaluasi capaian organisasi sepanjang tahun 2025, baik dari sisi karya jurnalistik maupun aktivitas kelembagaan.

“Refleksi itu bisa direkapitulasi, bahkan dirumuskan menjadi roadmap, mau seperti apa arah IJTI ke depan,” ujarnya.

Terkait jurnalisme positif, Hendra menegaskan pentingnya ideologi dan idealisme dalam praktik jurnalistik. Menurutnya, meskipun mengusung jurnalisme positif, insan pers tidak boleh menanggalkan kebenaran dan daya kritis.

“Jangan menafikan kebenaran dan jangan kehilangan daya kritis. Dua hal itu tidak boleh hilang dari jurnalis,” tegas Hendra.

Melalui kegiatan ini, IJTI Korda Galuh Raya berharap jurnalisme positif dapat menjadi kekuatan strategis dalam membangun optimisme daerah, sekaligus menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat dalam menyongsong tahun 2026.

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *