PJT Bandung Raya Dorong Penambahan Armada, 40 Bus Diusulkan untuk Mudik Gratis 2026

Image of Pjt bandung raya (2)

SEMARANG – Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya mengusulkan penambahan armada dalam program Mudik Gratis Lebaran 2026 bagi perantau asal Jawa Tengah. Tahun ini, PJT Bandung Raya mengajukan 40 unit bus, meningkat signifikan dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya.

Ketua PJT Cabang Bandung Raya, Farhan Djuniadji, menyampaikan usulan tersebut usai mengikuti rapat koordinasi lanjutan yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota, BUMN, BUMD, serta unsur dunia usaha di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu (7/1/2026).

Farhan mengatakan, selama dua hari terakhir pihaknya intens mengikuti rangkaian rapat koordinasi untuk membahas kesiapan teknis hingga sinkronisasi data peserta mudik. Rapat tersebut melibatkan Biro Kesejahteraan Rakyat, Badan Penghubung, serta Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.

“Pada forum rapat, kami sampaikan bahwa tahun lalu Bandung Raya dilayani 22 bus. Berdasarkan hasil survei peminatan mudik tahun ini, kami mengusulkan 40 armada karena tercatat hampir 1.900 perantau asal Jawa Tengah di Bandung Raya yang berminat ikut mudik gratis,” ujar Farhan.

Baca Juga :  TWF 2025 Targetkan Transaksi Rp15 Miliar: Tasik Wedding Festival Semakin Menguatkan Industri Kreatif dan UMKM

Ia menambahkan, usulan penambahan armada mendapat respons positif dari Pemprov Jawa Tengah. Sejauh ini, untuk wilayah Bandung Raya telah dipastikan dukungan 5 bus dari Kabupaten Cilacap dan 3 bus dari Kabupaten Wonogiri, sementara untuk arus balik tersedia 2 bus dari Cilacap. Adapun tambahan armada masih diupayakan melalui dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah.

Selain penambahan armada, PJT Bandung Raya juga mengusulkan pendirian posko mudik di wilayah perbatasan Jawa Tengah, baik jalur utara maupun selatan. Posko tersebut diperuntukkan bagi pemudik mandiri, khususnya pengguna sepeda motor dan kendaraan pribadi.

“Untuk jalur selatan, titik lelah pemudik dari Bandung biasanya berada di Kota Banjar yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah. Alhamdulillah, usulan ini juga direspons dan akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat,” ungkap Farhan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyebutkan bahwa hingga saat ini telah terdata 349 unit bus dan 20 rangkaian kereta api yang siap digunakan dalam program mudik dan balik rantau gratis 2026. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena Pemprov menargetkan minimal 383 armada bus, setara dengan capaian tahun sebelumnya.

Baca Juga :  SILATURAHMI WARGA JAWA TENGAH DI BANDUNG RAYA, DARI PENGUMUMAN STATUS PAGUYUBAN HINGGA LAUNCHING PRODUK MINUMAN TRADISIONAL

Menurut Sumarno, rapat koordinasi digelar untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan siap berkolaborasi demi kelancaran dan keselamatan pemudik.

“Program ini terus kami evaluasi setiap tahun agar pelaksanaan mudik 2026 lebih aman, nyaman, dan tertib. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, yang menuturkan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan ulang titik pemberangkatan dan tujuan, termasuk penetapan titik satelit agar menjangkau peserta mudik secara merata.

Rencananya, mudik gratis 2026 akan dilaksanakan pada 16–17 Maret 2026, dengan titik keberangkatan di Museum Purna Bhakti Pertiwi dan Stasiun Pasar Senen Jakarta, serta kawasan PT Dirgantara Indonesia untuk peserta dari Bandung Raya. Sementara program balik rantau gratis dijadwalkan pada 27–28 Maret 2026.

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *