Tasikmalaya, pewarta.id – Tasik Wedding Festival (TWF) 2025 resmi digelar selama tiga hari, dari 1 hingga 3 Agustus di Graha Asia Plaza, Tasikmalaya. Mengangkat tema “Decade of Dedication”, penyelenggaraan tahun ke-10 ini menegaskan eksistensinya sebagai ajang pameran pernikahan dan ekonomi kreatif terbesar di wilayah Priangan Timur.
Diselenggarakan oleh Taravty Project, TWF 2025 melibatkan lebih dari 60 vendor dan UMKM dari berbagai bidang, mulai dari wedding organizer, busana pengantin, katering, dokumentasi, hingga booth UMKM binaan Bank Indonesia. Festival ini bukan sekadar tempat promosi, tetapi juga ruang kolaborasi antar pelaku industri kreatif.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, menyampaikan optimismenya bahwa TWF tahun ini akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kita menargetkan transaksi mencapai Rp15 miliar tahun ini. Event seperti ini mendorong pertumbuhan ekonomi dari berbagai sisi—UMKM, sektor kreatif, hingga perputaran jasa,” ujar Viman saat membuka acara, Jumat (1/8).
“Pemerintah kota berkomitmen untuk terus mendorong ruang-ruang kreatif seperti ini. DISPORA dan Disparbud turut terlibat langsung, karena kami yakin sinergi adalah kunci pertumbuhan ekonomi lokal,” tegasnya.
Satu Dekade Konsistensi dan Inovasi
Pemilik Taravty Project, Olivia Dermawan, menyebut bahwa satu dekade perjalanan TWF merupakan hasil dari konsistensi, adaptasi, dan dukungan banyak pihak, terutama dari pemerintah daerah dan komunitas kreatif.
> “Kami ingin TWF tidak hanya jadi tempat bertransaksi, tapi juga wadah pertumbuhan ide. Tahun ini kita hadirkan vendor baru seperti Wedding Content Creator. Ini menunjukkan bahwa industri ini terus bergerak dan berevolusi,” ujar Olivia.
Tak hanya pameran, TWF juga diramaikan dengan berbagai kompetisi dan pertunjukan:
Lomba Tari Tradisional
Wedding Singer Contest
WO Go Talent
Fashion Show dari UMKM binaan BI, Aksana Wedding, Nandan Gallery, dan Kewes Kebaya
Puncaknya adalah Malam Perayaan Satu Dekade Taravty Project pada 2 Agustus yang menampilkan penyanyi nasional Delon, sekaligus menjadi simbol pencapaian dan apresiasi untuk pelaku industri kreatif Tasikmalaya.
Peduli Lingkungan Lewat “Go Zero Waste”
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, TWF 2025 juga menampilkan kepedulian terhadap isu lingkungan dengan menghadirkan program “Go Zero Waste” yang berkolaborasi dengan Sedekah Sampah Al-Iman. Seluruh sampah dari kegiatan dikelola untuk didaur ulang dan dimanfaatkan secara sosial.
“Kami percaya bahwa event besar pun bisa tetap ramah lingkungan dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” tambah Olivia.
Selama tiga tahun terakhir, TWF telah mencatatkan nilai transaksi:
Rp13,1 miliar pada 2022
Rp11,8 miliar di tahun 2023
Rp9,3 miliar sepanjang 2024
Dengan target ambisius sebesar Rp15 miliar pada tahun ini, serta dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, TWF 2025 diyakini mampu mencetak rekor baru.
TWF 2025 tak hanya menjadi panggung pernikahan, tapi juga simbol kolaborasi lintas sektor—antara kreativitas, ekonomi lokal, dan keberlanjutan. Di usia 10 tahun, festival ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi bisa lahir dari ruang-ruang yang dibangun bersama.











