CIAMIS, pewarta.id – Universitas Galuh (Unigal) Ciamis kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional, kampus yang dikenal dengan semangat Kagaluhan itu melaksanakan kegiatan pemberdayaan lintas negara di wilayah Kinabalu, Malaysia, pada 3–7 November 2025.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Unigal dalam mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi global. Program ini juga menandai langkah konkret perguruan tinggi daerah dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah akademik dan sosial internasional.
Tim pengabdian dipimpin oleh Dr. Asep Nurwanda, M.Si, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Galuh, dengan melibatkan sejumlah dosen lintas fakultas. Mereka berkolaborasi dalam kegiatan bertema “Local Product Branding to Support Cross-Border Tourism in the Kinabalu Region of Malaysia” atau Penguatan Merek Produk Lokal untuk Mendukung Pariwisata Lintas Batas di Wilayah Kinabalu.
Perkuat Kapasitas UMKM di Kinabalu
Program pengabdian ini berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di kawasan Kinabalu. Melalui pelatihan intensif, pendampingan, serta sesi konsultasi, para dosen Universitas Galuh membantu peserta memahami strategi branding, pemasaran digital, dan inovasi kemasan produk yang mampu meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Tujuan utama kegiatan ini adalah agar produk-produk lokal di kawasan perbatasan memiliki identitas yang kuat, nilai tambah, dan mampu bersaing di pasar lintas negara—khususnya dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.
Menurut Dr. Asep Nurwanda, program ini tidak sekadar kegiatan akademik, melainkan juga wujud kepedulian nyata perguruan tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin membantu potensi lokal agar bisa menembus pasar global. Melalui strategi branding yang kuat dan kolaborasi lintas negara, produk-produk lokal bisa menjadi bagian penting dalam mendukung cross-border tourism,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (13/11/2025).
Bangun Sinergi Pendidikan dan Ekonomi Kreatif
Lebih lanjut, Dr. Asep menegaskan pentingnya penguatan identitas produk lokal untuk menciptakan daya tarik wisata yang berkelanjutan. Dengan adanya sinergi antara pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah, kawasan perbatasan dapat berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif yang berdaya saing tinggi.
Selain memberikan pelatihan teknis, kegiatan PKM Internasional Unigal ini juga mencakup sesi networking dan diskusi strategis dengan sejumlah pihak terkait di Malaysia, seperti lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata. Melalui pertemuan tersebut, Universitas Galuh membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, riset, ekonomi kreatif, dan pengembangan pariwisata lintas batas.
Unigal Mantapkan Posisi sebagai Kampus Berdaya Saing Global
Rektor Universitas Galuh menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim pengabdian internasional yang telah berhasil membawa nama baik kampus di kancah global. Menurutnya, kegiatan ini menjadi refleksi dari visi Unigal sebagai perguruan tinggi “Unggul, Mandiri, dan Berdaya Saing Global.”
“Kegiatan pengabdian internasional ini menjadi bukti bahwa Universitas Galuh tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga turut berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat lintas negara. Inilah peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan,” ujar Rektor.
Perluasan Jejaring dan Inspirasi bagi Perguruan Tinggi di Indonesia
Melalui kegiatan ini, Universitas Galuh diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi kreatif, serta pariwisata lintas batas.
Program PKM Internasional Unigal juga diharapkan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk mengembangkan model pengabdian masyarakat yang bertaraf global, berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperluas jejaring akademik lintas negara.
Langkah Unigal ini menegaskan bahwa perguruan tinggi daerah pun memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan global melalui ilmu pengetahuan, kolaborasi internasional, dan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.(AST)***











