Media Jadi Mitra Strategis OJK Tasikmalaya dalam Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

Image of 20251112 094307

Tasikmalaya, pewarta.id – Dalam upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus menggencarkan kegiatan edukasi dan sosialisasi keuangan di wilayah Priangan Timur. Kali ini, OJK menggandeng insan media massa sebagai mitra strategis untuk memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan di tengah masyarakat.

 

Sebagai wujud nyata kolaborasi tersebut, OJK Tasikmalaya menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal (SPM) Bersama Media bertema “Mempersiapkan Diri dengan Literasi Keuangan dan Investasi” yang berlangsung di Kantor OJK Tasikmalaya, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 jurnalis dari berbagai platform media, mulai dari media cetak, radio, televisi, hingga media daring. Mereka mendapatkan pembekalan langsung dari narasumber Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Barat, Firman Hananto, serta Marketing Equity Retail KIWOOM Sekuritas Indonesia, Aditya Fajar Ashari.

Image of Img 20251112 wa0094

Peran Strategis Media dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

 

Kepala Bagian Pengawasan Edukasi dan Perlindungan Konsumen (PEPK) dan Layanan Masyarakat (LMS) OJK Tasikmalaya, Dendy Juandi, yang mewakili Plt. Kepala OJK Tasikmalaya, menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, mandiri, dan tangguh secara finansial.

Menurut Dendy, di tengah maraknya penawaran investasi dan pinjaman online ilegal, masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk mengenali produk keuangan yang legal dan memahami risiko yang menyertainya.

“Kami ingin masyarakat semakin berhati-hati dan mampu membedakan antara produk keuangan yang legal dan yang berisiko. Melalui peran media, pesan-pesan literasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemakaman ASN KKP Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Garut, Isak Tangis Pecah Saat Anak Almarhum Kumandangkan Adzan

Lebih lanjut, Dendy menekankan bahwa jurnalis dan insan media memiliki peran penting sebagai penyambung informasi publik yang dapat membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak.

“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan SPM ini, rekan-rekan media tidak hanya lebih paham dan tercerahkan secara finansial, tetapi juga dapat menjadi duta literasi keuangan di lingkungannya masing-masing. Media dapat membantu masyarakat memahami jenis-jenis investasi yang aman, termasuk potensi risikonya,” tambahnya.

Pertumbuhan Investor di Priangan Timur Terus Meningkat

Dalam kesempatan tersebut, Dendy juga menyampaikan data terkini mengenai perkembangan investasi di wilayah Priangan Timur.

Hingga Agustus 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) di wilayah ini mencapai 452.803 investor, atau sekitar 13,41 persen dari total SID di Jawa Barat dan 2,52 persen secara nasional.

Angka tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat Priangan Timur terhadap pasar modal terus tumbuh pesat, sekaligus menjadi potensi besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis literasi keuangan yang kuat.

Secara rinci, jumlah SID di masing-masing daerah adalah:

• Kota Banjar: 15.432 SID

• Kabupaten Ciamis: 86.648 SID

• Kabupaten Garut: 122.164 SID

• Kabupaten Pangandaran: 8.448 SID

• Kabupaten Sumedang: 62.232 SID

• Kabupaten Tasikmalaya: 79.696 SID

• Kota Tasikmalaya: 78.183 SID

 

“Data ini menunjukkan betapa besarnya potensi pertumbuhan investor di wilayah Priangan Timur. Dengan dukungan literasi keuangan yang baik, kami yakin masyarakat akan semakin cerdas dan percaya diri dalam mengambil keputusan investasi,” jelas Dendy.

Baca Juga :  West Java Economic Society 2025, Dorong Pertumbuhan ekonomi Priangan Timur

 

Edukasi Keuangan Menjangkau Berbagai Kalangan

 

Tidak hanya menyasar kalangan media, OJK Tasikmalaya juga terus memperluas kegiatan edukasi kepada berbagai segmen masyarakat.

Sehari sebelumnya, Selasa (11/11/2025), OJK menggelar kegiatan serupa di Aula Pemerintah Kota Tasikmalaya, yang diikuti 120 peserta dari kalangan UMKM, ASN, dan CPNS.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan perwakilan dari BEI Jawa Barat, KIWOOM Sekuritas Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tasikmalaya.

 

Melalui kegiatan ini, OJK berharap para peserta dapat memahami dasar-dasar investasi, mengenal produk keuangan yang aman, serta menghindari praktik keuangan ilegal yang merugikan masyarakat.

 

Komitmen OJK Perkuat Sinergi dan Kepercayaan Publik

 

OJK menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk media massa, lembaga pendidikan, asosiasi usaha, dan komunitas masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi keuangan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan yang sehat, transparan, dan berintegritas.

 

“Kami akan terus memperluas jangkauan edukasi dan pendampingan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga memahami hak dan kewajiban mereka sebagai konsumen jasa keuangan,” pungkas Dendy.

 

Dengan kolaborasi yang semakin erat antara OJK dan media, diharapkan semangat literasi keuangan di wilayah Priangan Timur akan tumbuh semakin kuat — menciptakan masyarakat yang cerdas finansial, tangguh menghadapi risiko, serta mampu berkontribusi bagi stabilitas ekonomi nasional.

 

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *