GARUT,pewarta.id – Kabupaten Garut resmi dinobatkan sebagai percontohan nasional pengembangan kentang melalui Program UPLAND. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) menilai keberhasilan Garut bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mengubah pola usaha tani menjadi berbasis kelembagaan koperasi.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan kentang adalah komoditas strategis yang mendukung ketahanan pangan nasional.
“Alhamdulillah, kentang berkontribusi dari Kabupaten Garut kurang lebih hampir 80% untuk kuota di Jawa Barat. Ini menunjukkan betapa pentingnya Garut dalam mendukung pangan nasional,” ucapnya.
Kepala Dinas Pertanian Garut, Ardhy Firdian, menjelaskan adanya perubahan pola usaha tani dari individual ke koperasi.
“Dulu petani kentang rata-rata masih bekerja secara personal. Dengan adanya Program UPLAND, mereka kini tergabung dalam koperasi sehingga lebih kuat secara kelembagaan dan akses pasar,” ungkap Ardhy.
Pemanfaatan teknologi pertanian menjadi salah satu faktor penting peningkatan produktivitas.
“Dengan dukungan alsintan dan teknologi modern, usaha tani kentang di Garut kini lebih berkelanjutan dan efisien,” tambah Ardhy.
Country Director IFAD Indonesia, Hani Elsadani, memberikan apresiasi atas capaian Garut.
“Garut dianggap paling berhasil di antara 14 kabupaten pelaksana. Karena itu, Garut mendapat perpanjangan hibah daerah fase kedua untuk periode 2025–2026,” jelas Hani. ***











