PANGANDARAN, pewarta.id — Aktivitas pelelangan ikan di Pelabuhan Cikidang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tampak semakin ramai dalam beberapa pekan terakhir. Para nelayan berlomba-lomba menjual hasil tangkapannya ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Minasari karena dinilai mampu memberikan harga jual lebih tinggi dibandingkan tempat lainnya.
Tingginya harga jual ikan di TPI Minasari membuat nelayan merasa diuntungkan. Bahkan sejumlah bakul atau pengepul ikan juga mulai beralih membeli ikan di TPI tersebut karena ketersediaan jenis ikan yang beragam dengan kualitas yang dinilai baik.
Pengurus TPI Minasari Pangandaran, Datam Sutarjo, mengatakan peningkatan harga ikan laut dipengaruhi banyaknya nelayan yang menjual hasil tangkapannya ke TPI Minasari.
“Karena banyaknya nelayan yang menjual ikan hasil tangkapannya ke TPI, harga menjadi bagus,” ujar Datam, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, semakin banyak pasokan ikan dari nelayan, maka aktivitas perdagangan di TPI juga semakin hidup. Kondisi tersebut membuat para bakul datang untuk membeli ikan dalam jumlah besar sehingga harga jual di tingkat nelayan ikut terdongkrak.
“Kami selalu memantau harga di tiap-tiap TPI yang ada di wilayah Kabupaten Pangandaran. Ternyata hanya di TPI Minasari yang bisa memberikan harga tinggi kepada nelayan,” katanya.
Datam mengungkapkan, sejumlah jenis ikan saat ini memiliki nilai jual yang cukup fantastis. Untuk ikan bawal putih misalnya, harga jual mencapai sekitar Rp400 ribu per kilogram. Sementara ikan gulama berada di kisaran Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per kilogram, sedangkan ikan kakap mencapai Rp80 ribu per kilogram.
Tak hanya ikan konsumsi, komoditas lobster juga mengalami lonjakan harga cukup tinggi. Bahkan untuk kategori lobster super, harga jualnya bisa menembus Rp1 juta per kilogram.
“Untuk harga lobster super paling tinggi bisa mencapai satu juta rupiah per kilogram,” ungkapnya.
Meski harga jual sedang tinggi, Datam menyebut kondisi tangkapan nelayan saat ini masih belum memasuki masa panen raya. Akibatnya, jumlah ikan yang masuk ke TPI masih relatif terbatas.
“Sekarang belum panen raya, jadi ikan yang dijual nelayan masih minim. Jenis ikan yang masuk juga bermacam-macam, mulai dari harga rendah sampai yang tinggi,” jelasnya.
Selain ikan laut, saat ini nelayan Pangandaran juga mulai memasuki musim udang rebon. Komoditas tersebut mulai banyak dicari dengan harga jual sekitar Rp20 ribu per kilogram.
“Kalau sudah masuk angin timur dan cuacanya bagus, udang rebon mulai keluar,” katanya.
Datam menegaskan, keberadaan TPI sangat penting untuk menjaga kestabilan harga hasil tangkapan nelayan. Ia menyebut semakin banyak nelayan menjual ikan melalui TPI, maka persaingan pembeli akan semakin sehat dan harga pun cenderung meningkat.
“Kalau semua nelayan menjual ikan ke TPI, pasti bakul juga datang. Harga ikan jadi bagus,” pungkasnya.
Sementara itu, seorang nelayan asal Pangandaran bernama Ujang mengaku hasil tangkapan lobster miliknya selalu dijual melalui TPI Minasari karena harga yang diterima sesuai harapan.
Namun demikian, ia mengaku saat ini hasil tangkapan lobster masih sangat terbatas. Dalam sekali melaut atau menyelam, dirinya hanya mampu mendapatkan dua hingga tiga ekor lobster.
“Sekarang susah mendapatkan lobster, paling dua atau tiga ekor saja. Makanya harganya tinggi. Biasanya kalau jual ke TPI disatukan dengan hasil tangkapan teman,” ujar Ujang.
Menurutnya, musim lobster biasanya mulai berlangsung saat memasuki musim kemarau. Pada musim tersebut, nelayan bisa memperoleh lobster hingga 3 sampai 5 kilogram dalam sekali menyelam.
“Mungkin nanti mulai bulan September sudah masuk musim lobster,” katanya.***

