Ciamis, Pewarta.id,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis menegaskan komitmen untuk mempertahankan penghargaan Adipura Kencana, simbol tertinggi nasional di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menyebut penghargaan itu bukan sekadar prestasi, tapi bukti kerja kolektif seluruh pihak.
“Kita harus mempertahankan Adipura Kencana. Ini penghargaan terbaik. Saya minta kerja sama semua pihak, dari OPD sampai komunitas,” tegas Herdiat saat memimpin apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Halaman Gelanggang Galuh Taruna (GGT), Kamis (5/6/2025).
Seperti diketahui, Adipura Kencana adalah penghargaan tertinggi di bidang kebersihan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Ciamis mendapat penghargaan tersebut di akhir masa jabatan Herdiat Sunarya periode 2019-2024.
Dengan tema global Ending Plastic Pollution, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 ini dimanfaatkan Pemkab Ciamis untuk menegaskan kembali pentingnya tindakan nyata.
“Bukan seremoni. Pemerintah hadir memberi contoh, bukan hanya memberi perintah,” tutup Herdiat.
Apel tersebut dilanjutkan dengan aksi pungut sampah plastik di area Pasar Manis dan Terminal Ciamis.
Sebanyak 185 orang terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari ASN, TNI, Polri, komunitas peduli sampah, hingga petugas kebersihan.
Dorong Gerakan Kurangi Plastik Sekali Pakai
Selain mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, Herdiat juga menyoroti penggunaan plastik sekali pakai.
Ia meminta masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik saat distribusi daging kurban menjelang Idul Adha.
“Gunakan daun pisang, daun jati, atau besek bambu. Selain ramah lingkungan, ini juga bentuk pelestarian tradisi,” kata Herdiat.
Pemkab Ciamis telah mengeluarkan surat edaran tentang pembatasan penggunaan plastik sekali pakai di berbagai kegiatan masyarakat.
Dinas Lingkungan: Komunitas Sudah Siap!
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Ciamis, Okta Jabal Nugraha, mengaku optimistis bisa mempertahankan Adipura Kencana.
“Kami di lapangan solid. Komunitas sudah terbentuk, masyarakat mulai sadar memilah sampah dari rumah. Ini kuncinya,” ujar Okta.
Meski belum ada informasi resmi soal penghargaan Adipura Kencana berikutnya dari pemerintah pusat, pihaknya tetap menjalankan program lingkungan seperti biasa.
“Sampai sekarang belum ada reward lagi dari pusat. Tapi kita tetap kerja maksimal,” tambahnya.***











