Selasa, 20 Oktober 2026
Jawa Barat

Rp2,6 Miliar Amblas, SMKN 1 Cijeungjing Jadi Monumen Korupsi di Tebing Cimuntur

Image of Smk cijeunjing 04

CIAMIS, pewarta.id  – Bukan mercusuar pendidikan, melainkan monumen korupsi. Begitulah nasib proyek pembangunan SMKN 1 Cijeungjing. Tiga bangunan permanen di tepi Sungai Cimuntur, hasil kucuran APBD Jawa Barat senilai Rp2,6 miliar, kini membusuk ditelan ilalang. Sepi, terbengkalai, dan menjadi saksi bisu bagaimana uang rakyat raib tanpa manfaat.

Tanah Hibah, Harapan yang Dikhianati

Di balik gedung mangkrak itu ada pengorbanan seorang putra daerah, H. Elih Sudiapermana, dosen UPI yang rela melepas satu hektare tanah pribadi demi masa depan anak-anak Cijeungjing.

“Saya hibahkan tanah murni tanpa kompensasi, hanya agar anak-anak punya sekolah negeri,” ujarnya, menahan getir.

Namun niat suci itu berbalik pahit. Alih-alih dihormati, Elih justru berkali-kali dipanggil kejaksaan, seolah dirinya bagian dari permainan kotor. “Sudah jelas tanah tidak bermasalah. Yang bermasalah pembangunan, bukan saya,” tegasnya.

Sekolah Mati Sebelum Hidup

Bangunan megah itu hanya sempat diisi 20 siswa selama tiga bulan. Setelah itu, aktivitas terhenti total. Ruang kelas kosong, kursi berdebu, papan tulis membisu. Letaknya di bibir jurang menjadikannya ancaman keselamatan, bukan rumah ilmu.

Yang tersisa hanyalah kekecewaan. Anak-anak yang seharusnya bersekolah di tempat layak, kini menjadi korban salah kelola dan manipulasi anggaran.

Jaksa Tegaskan Ada Korupsi

Kasi Pidsus Kejari Ciamis, Herris Priyadi, terang-terangan menyebut adanya penyimpangan.

“Ada indikasi kuat korupsi. Bangunan tidak sesuai spesifikasi, kualitas buruk, hingga tidak layak dipakai. Negara jelas dirugikan,” ujarnya.

Pernyataan itu menampar keras: Rp2,6 miliar anggaran publik raib, meninggalkan beton rapuh yang tak pernah berfungsi.

Simbol Bobroknya Tata Kelola Pendidikan

Kasus SMKN 1 Cijeungjing bukan sekadar proyek gagal, melainkan potret telanjang betapa lemahnya pengawasan dan betapa mudahnya dana publik dipelintir.

“Harapan kami mulia, anak-anak bisa sekolah di tempat layak. Tapi yang ada sekarang hanya kecewa dan masalah hukum,” kata Elih lirih.

Kini, di tebing Cimuntur berdiri tugu bisu: bangunan sekolah yang mati muda, bukti nyata bagaimana korupsi tak hanya mencuri uang, tapi juga masa depan generasi muda.(dn)

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Priangan Timur

Bupati Ciamis Ingatkan Kades Cisontrol: Uang Desa Harus Dipertanggungjawabkan, Jangan Pecat Perangkat karena Politik

CIAMIS, pewarta.id  – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengingatkan Kepala Desa Cisontrol yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, memahami…

DST · 5 hari lalu
Ciamis

Menikmati Pesona Situ Lengkong Panjalu Sambil Bermain Kayak

CIAMIS, pewarta.id — Sebuah danau di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Situ Lengkong Panjalu selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata religi.…

DST · 2 minggu lalu
Kesehatan

Perkuat Benteng Stunting dari Hulu, Mendukbangga Wihaji Terjunkan 5.000 Kader TPK dan Janjikan SOP Baru di Ciamis

CIAMIS, pewarta.id — Pemerintah pusat melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memperketat barisan penanganan stunting nasional langsung dari akar rumput. Dalam kunjungan…

DST · 3 minggu lalu
pendidikan

PKKMB Universitas Galuh 2026: 1.772 Mahasiswa Baru Dibentuk Berkarakter, Berbudaya, dan Berdampak

CIAMIS, pewarta.id — Universitas Galuh (Unigal) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 pada 15–17 September 2026. Sebanyak…

DST · 16 Sep 2026
Priangan Timur

Pengemudi Becak Lansia di Ciamis Terima Becak Listrik, Kerja Lebih Ringan dan Harapan Ekonomi Keluarga Meningkat

CIAMIS, pewarta.id  – Senyum para pengemudi becak terlihat saat menerima kendaraan baru yang diharapkan dapat membuat aktivitas mereka mencari nafkah menjadi lebih…

oez26 trisno · 6 Sep 2026
Memuat berita selanjutnya…