Jumat, 16 Oktober 2026
Jawa Barat

Aktivitas Vulkanik Meningkat, Kunjungan Wisatawan ke Gunung Papandayan Dibatasi

Image of Img 20260925 wa0136

GARUT, pewarta.id  — Aktivitas vulkanik Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilaporkan mengalami peningkatan. Untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi keselamatan pengunjung, pihak pengelola dan instansi terkait memutuskan untuk membatasi aktivitas wisatawan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan.

Image of Img 20260925 wa0139

​Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Vitriana Yulalita, mengonfirmasi bahwa batas aman kunjungan wisatawan saat ini hanya diperbolehkan hingga Pos 4.

​”Sementara waktu dilakukan pembatasan pengunjung hingga Pos 4 menyusul adanya laporan peningkatan aktivitas Gunung Papandayan,” ujar Vitriana, Jumat (25/9/2026).

​Peningkatan aktivitas gunung api tersebut pertama kali terdeteksi pada Kamis (24/9/2026) dengan munculnya fenomena api biru (blue fire) di kawasan kawah. Berdasarkan penjelasan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kemunculan blue fire menandakan adanya semburan gas vulkanik beracun yang konsentrasinya berada di atas ambang batas aman bagi manusia.

​Guna merespons kondisi tersebut, BBKSDA Jawa Barat bersama PVMBG dan pengelola TWA Gunung Papandayan telah menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh terkait keamanan kawasan.

​Selama proses evaluasi berlangsung, seluruh kegiatan ruang terbuka seperti perkemahan (camping) dan pendakian menuju puncak dihentikan sementara. Wisatawan diimbau keras untuk tidak mendekati kawah maupun zona berbahaya lainnya hingga terbit surat keputusan resmi dari PVMBG.

Image of Img 20260925 wa0137

​Senada dengan pihak BBKSDA, Manager Operasional TWA Gunung Papandayan, Aminta Kaban, membenarkan adanya pengetatan akses tersebut. Pihaknya kini membatasi alur kunjungan hanya di area bagian bawah.(Slamet Timur).

​”Kalau untuk membuka kembali jalur pendakian, kami masih menunggu petunjuk dan informasi resmi dari pihak Vulkanologi,” kata Aminta. (Slamet Timur).

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Memuat berita selanjutnya…