Rabu, 28 Oktober 2026
Garut

Peluang Jadi Pekerja Migran Terbuka Lebar, 500 Warga Garut Disiapkan Bekerja ke Luar Negeri

Image of Migran garut

JAKARTA, pewarta.id – Peluang warga Kabupaten Garut untuk bekerja ke luar negeri semakin terbuka. Pemerintah Kabupaten Garut bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menambah alokasi program peningkatan keterampilan atau upskilling hingga 500 peserta pada tahap kedua, sebagai upaya menyiapkan calon pekerja migran yang kompeten dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Program ini menjadi kesempatan bagi warga Garut, termasuk perempuan yang ingin bekerja sebagai pekerja migran, untuk meningkatkan keterampilan sebelum memasuki dunia kerja di luar negeri. Peluang tersebut tetap harus disesuaikan dengan persyaratan jabatan, kebutuhan negara tujuan, dan prosedur penempatan resmi.

Tambahan alokasi pelatihan tersebut merupakan hasil pertemuan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dengan jajaran Kementerian P2MI dalam agenda Penerimaan Audiensi Pemerintah Daerah dan Lembaga Pendidikan Tinggi dalam Sinergitas Tata Kelola Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Aula K.H. Abdurrahman Wahid, Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mendorong masyarakat agar tidak hanya mengandalkan kesempatan kerja di daerah sendiri. Menurutnya, pasar kerja luar negeri dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga, selama calon pekerja memiliki kemampuan yang memadai dan mengikuti aturan pemerintah.

“Jadi saya sampaikan bahwa masyarakat Garut tidak usah berpikir bekerja di Garut (saja), tapi juga bisa di luar negeri. Tentu saja harus memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan bahasa yang baik, serta mengikuti prosedur yang ada di pemerintah untuk melindungi kepentingan kita semua,” tegasnya.

Peluang Kerja dan Penghasilan Menjanjikan

Kesempatan bekerja di luar negeri terbuka bagi laki-laki maupun perempuan. Warga Garut berpeluang mengisi berbagai posisi sesuai kompetensi, kualifikasi, dan kebutuhan pemberi kerja di negara tujuan.

Karena itu, peningkatan keterampilan menjadi modal penting bagi calon pekerja migran agar memiliki daya saing sekaligus memahami hak dan kewajibannya selama bekerja di luar negeri.

Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia, Abri Danar Prabawa, menyambut positif komitmen Pemkab Garut dalam menyiapkan calon pekerja migran yang siap menghadapi persaingan global.

“Ayo warga Garut jadikan warga yang siap bekerja ke luar negeri, tingkatkan kompetensinya, skill, soft skill, mental. Kesempatan bekerja di luar negeri semakin terbuka, kita pastikan semua proses sesuai dengan prosedur,” ungkap Abri.

Ia menambahkan, kesiapan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) menjadi faktor penting untuk memastikan calon pekerja memperoleh keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

“Bekerja aman, hasil menggembirakan, keluarga sejahtera. Dengan perlindungan terjamin dan keterampilan sesuai pasar kerja, warga Garut bisa menjadi tenaga kerja berkompetensi kelas dunia,” tambahnya.

Kuota Tahap Kedua Capai 500 Peserta

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Nia Gania Karyana, menjelaskan bahwa tambahan alokasi program upskilling dari Kementerian P2MI untuk tahap kedua mencapai 500 peserta.

Jumlah tersebut menambah kesempatan bagi masyarakat Garut untuk mengikuti pelatihan sebagai bekal memasuki pasar kerja luar negeri. Pada tahap pertama, sebanyak 120 peserta telah mengikuti program pelatihan yang berfokus pada keterampilan barista kopi dan pengelasan (welding).

Program tahap pertama tersebut menawarkan peluang penempatan kerja di luar negeri dengan estimasi gaji di atas Rp15 juta per bulan. Besaran penghasilan tetap bergantung pada posisi pekerjaan, negara tujuan, kontrak kerja, dan ketentuan yang berlaku.

Selain program bersama Kementerian P2MI, Pemkab Garut melalui kolaborasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Kementerian Ketenagakerjaan juga telah melaksanakan program peningkatan keterampilan bagi sekitar 450 orang untuk sektor formal maupun informal.

“Untuk tahap kedua, hasil diskusi kemarin di KP2MI, kita dapat alokasi upskilling 500 orang dari BLK dan LPK. Untuk tahap kedua bulan November, penempatan kerja di bulan Februari 2027. Kerja sama dengan LPK besok mau dirapatkan dengan LPK-nya,” jelas Nia Gania.

Calon Pekerja Migran Harus Utamakan Jalur Resmi

Tambahan kuota pelatihan ini menjadi peluang bagi masyarakat Garut yang berminat mencari penghidupan di luar negeri. Meski demikian, calon pekerja migran perlu memastikan jenis pekerjaan, negara tujuan, persyaratan kompetensi, serta kepastian kontrak sebelum menerima tawaran kerja.

Calon pekerja migran juga perlu memeriksa legalitas perusahaan penempatan, memahami isi perjanjian kerja, serta memastikan hak atas upah, kondisi kerja, dan perlindungan selama berada di negara tujuan.

Dengan penambahan alokasi hingga 500 peserta pada tahap kedua, Pemkab Garut berharap semakin banyak warga yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional. Program ini diharapkan membuka akses terhadap pekerjaan yang lebih baik sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga melalui penempatan kerja yang aman dan sesuai prosedur.(Slamet Timur)

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Memuat berita selanjutnya…