Jumat, 16 Oktober 2026
Priangan Timur

Kecelakaan Terjun Payung di Nusawiru: Satu Atlet Tewas, Seorang Lain Masih Belum Ditemukan

Image of Terjun payung 1

PANGANDARAN, pewarta.id  – Agenda olahraga Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang digelar di Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang, Selasa (30/12/2025), berubah menjadi kabar duka yang menyelimuti dunia olahraga dirgantara Jawa Barat. Dua atlet terjun payung dikabarkan mengalami kecelakaan fatal saat proses pendaratan berlangsung. Satu atlet dinyatakan meninggal dunia, sementara satu lainnya hingga kini belum ditemukan dan masih menjadi fokus pencarian intensif tim gabungan di lapangan.

Korban jiwa pada insiden ini diketahui bernama Rusli (44), atlet senior dari kontingen Kabupaten Bandung. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah tercebur ke perairan kawasan Bojongsalawe. Sementara itu, Widiarsih (58), yang juga atlet asal Kabupaten Bandung, dinyatakan hilang setelah terjun dari ketinggian tanpa bisa dideteksi titik pendaratannya hingga sore menjelang malam. Pihak panitia bersama aparat keamanan menyebut, keduanya masih dalam satu formasi penerjunan yang sama sebelum diduga terbawa angin dan jatuh di luar zona aman.

Rekaman video yang dipresentasikan panitia menunjukkan momen lima atlet melompat dari pesawat pada ketinggian sekitar 10.000 kaki di udara Nusawiru. Dalam klip itu terlihat bahwa seluruh penerjun berubah arah menuju laut, bukannya mendarat di titik darat yang telah dipersiapkan. Situasi ini kemudian menjadi indikasi awal bahwa faktor angin dan kondisi cuaca yang tidak stabil berperan besar terhadap perubahan jalur pendaratan.

Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, ketika ditemui di lokasi pencarian, membenarkan adanya insiden maut tersebut. Ia menyampaikan bahwa aparat gabungan dari Basarnas, Polairud Polres Pangandaran, BPBD, petugas bandara, serta relawan setempat telah diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian sejak laporan kejadian diterima. Pencarian berlangsung di wilayah perairan antara Bojongsalawe, Parigi, dan Pantai Batukaras, yang menjadi jalur arus laut cukup deras. “Penyisiran dilakukan di laut dan sepanjang garis pantai. Namun gelombang tinggi dan angin kencang menjadi tantangan utama bagi tim,” tegas Andri Kurniawan.

Dalam kondisi yang masih belum stabil, pihak penyelenggara akhirnya memutuskan menghentikan seluruh rangkaian kegiatan terjun payung yang rencananya digelar selama dua hari, 30–31 Desember 2025. Keputusan ini diambil sebagai langkah penghormatan atas para korban sekaligus pertimbangan keselamatan bagi para atlet lainnya. Evaluasi internal disebut tengah dilakukan oleh panitia dan federasi olahraga untuk meninjau kembali standar keamanan serta mitigasi risiko dalam pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, kesaksian masyarakat turut memperkuat gambaran kronologi di lapangan. Seorang nelayan, Dadan Hidayat, yang sedang menangkap gurita di sekitar lokasi saat kejadian, mengaku melihat langsung ketika dua penerjun jatuh tercebur ke laut. Ia menuturkan awalnya tidak yakin apakah zona pendaratan memang ditentukan di perairan. “Saya lihat dua orang masuk ke air, lalu ada dua penerjun lagi. Yang satu mendarat dekat pohon pinus, satu lagi jatuh di area pasir. Tidak lama setelah itu datang perahu mengevakuasi,” ungkapnya.

Data yang berhasil dihimpun redaksi KRP hingga laporan ini diturunkan menyebut, dari lima penerjun yang terlibat, tiga orang dinyatakan selamat, satu meninggal, dan satu lainnya masih dinyatakan hilang. Jenazah korban meninggal, Rusli, telah dibawa pertama kali ke Puskesmas Cijulang sebelum dipindahkan ke RSUD Pandega Pangandaran untuk proses pemulasaran dan penyerahan kepada pihak keluarga.

Peristiwa ini meninggalkan suasana pilu di tengah tingginya antusiasme pelaksanaan BK Porprov Jabar. Selain menjadi tragedi bagi dunia olahraga ekstrem, kejadian ini sekaligus menjadi alarm evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan teknis, faktor cuaca, dan keselamatan atlet pada setiap agenda olahraga dirgantara. Kini publik menanti harapan terakhir: ditemukannya Widiarsih, agar keluarga serta masyarakat tidak lagi digantung oleh ketidakpastian di penghujung tahun.

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Kesehatan

Pemasangan Plang Kawasan Tanpa Rokok di Pantai Barat Pangandaran: Aturan Ditegakkan, Pelaku Usaha Minta Smoking Area

Kemunculan papan informasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) berancaman denda puluhan juta rupiah di kawasan Pantai Barat Pangandaran mendadak memicu sorotan publik.

oez26 trisno · 3 minggu lalu
Priangan Timur

Keserempet Kereta Api, Seorang Laki Kaki Paruh Baya di Garut Meninggal Dunia di Tempat Kejadian

Garut, Pewarta.id.- Kecelakaan Kereta Api terjadi di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 10.55 WIB, mengakibatkan seorang laki laki yang…

DST · 2 Sep 2026
Priangan Timur

Tiga Wisatawan Terseret Ombak Pantai Karangpapak Garut, Tim SAR Gabungan Kerahkan Perahu Karet dan Armada Nelayan pada Pencarian Hari Kedua

GARUT, pewarta.id  — Tim Search and Rescue (SAR) gabungan kembali memperluas radius penyisiran pada pencarian hari kedua terhadap tiga orang wisatawan yang…

DST · 26 Agu 2026
Pangandaran

Hari Ketiga Pencarian Wisatawan Hilang di Pantai Barat Pangandaran, Hasil Masih Nihil

Pangandaran, pewarta.id  – Upaya pencarian terhadap Muhammad Rizki (20), wisatawan asal Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang hilang terseret arus di Pantai Barat Pangandaran,…

DST · 19 Jul 2026
Priangan Timur

Guncang Panggung Jaipong, Meilani Melaju ke Final Tingkat Jawa Barat

PANGANDARAN, pewarta.id – Prestasi membanggakan kembali lahir dari Kabupaten Pangandaran. Meliani Cahyaningrum (13), siswi kelas 1 SMP Negeri 1 Pangandaran, sukses menyabet…

DST · 4 Mei 2026
Memuat berita selanjutnya…