Diduga Akibat Korsleting Charger Ponsel, Gedung Kantor Wali Kota Banjar Terbakar

oez26 trisno

Image of Kebakaran gedung walikota banjar

BANJAR, pewarta.id  — Kebakaran melanda kompleks Kantor Wali Kota Banjar pada Rabu malam (16/9/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Api menghanguskan area ruang penerima tamu (resepsi) di bagian depan Gedung Sekretariat Daerah (Setda) serta sebagian area Bagian Umum.

Peristiwa yang mengejutkan jajaran Pemkot Banjar tersebut diduga dipicu oleh korsleting alat pengisi daya (charger) ponsel. Percikan api dengan cepat menyambar material dekorasi styrofoam yang berada di dekat aliran listrik hingga melahap fasilitas di sekitarnya. Kerugian material akibat musibah ini ditaksir mencapai Rp500 juta, namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Saksi mata di lokasi kejadian, Feri Nureka, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Bagian Umum Setda Kota Banjar yang sedang bertugas piket malam, menceritakan detik-detik awal munculnya kobaran api. Ia mengaku kaget saat mendengar suara letupan beruntun dari dalam ruangan resepsi.

“Awalnya terdengar suara letupan sekali, dua kali, lalu makin cepat. Pas saya keluar dan lihat dari balik kaca, di dalam ruangan sudah terlihat warna merah kobaran api. Saya panik dan langsung lari memberitahu Satpol PP, Pak Ahmad. Saya sempat coba padamkan pakai gayung berisi air dari kamar mandi, tapi api cepat sekali merambat dari material styrofoam ke plafon dan ruangan resepsi,” ungkap Feri di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, upaya pemadaman mandiri sempat terkendala situasi panik serta keberadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tidak sempat terjangkau di area ruang bawah.

Wali Kota Banjar, Sudarsono, yang sedang berada di area pendopo usai memimpin rapat eksekutif, langsung meninjau ke lokasi begitu menerima laporan kebakaran sekitar pukul 22.05 WIB.

“Saya baru selesai rapat di pendopo dan mau pulang jam 22.05 WIB. Begitu dikabari ada kebakaran, saya langsung bergerak ke lokasi. Pukul 22.10 WIB api sebenarnya masih relatif kecil dan sempat disiram secara darurat menggunakan air keran dari luar sambil menunggu armada pemadam tiba. Beruntung, lima menit kemudian petugas Pemadam Kebakaran datang dan langsung melakukan penanganan cepat sehingga api tidak merambat ke lantai dua,” terang Wali Kota Banjar, Sudarsono.

Petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan bersama personel kepolisian dari Polres Banjar dan Satpol PP bergerak cepat melokalisir kobaran api. Kesiagapan tim gabungan berhasil mencegah si jago merah merambat ke dokumen penting maupun ruangan strategis lainnya di Setda Kota Banjar.

“Yang terbakar hanya area ruang penerima tamu bagian depan dan perabotan penerimaan. Berkas-berkas berharga aman tidak terdampak. Untuk estimasi kerugian fisik material di kisaran Rp500 jutaan,” pungkas Sudarsono.

Hingga Rabu tengah malam, petugas damkar masih melakukan pendinginan dan penyisiran di area terdampak guna memastikan tidak ada sisa titik api. Pihak kepolisian juga telah memasang garis polisi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengonfirmasi penyebab pasti kebakaran. (LER)

Also Read

Bagikan:

[addtoany]

Tinggalkan komentar