TASIKMALAYA, pewarta.id — Kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital membuat kemampuan mengelola uang menjadi semakin penting bagi generasi muda. Untuk memperkuat pemahaman sekaligus melindungi pelajar dari berbagai risiko keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya mencanangkan Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS).
Pencanangan GENIUS berlangsung di Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Kamis (17/9/2026), sekaligus menjadi bagian dari Kick Off Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Kota Tasikmalaya.
Sebanyak 200 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari kepala sekolah dan tenaga pendidik jenjang SD/MI hingga SMA/SMK/MA sederajat se-Kota Tasikmalaya.
Program GENIUS diarahkan untuk menjadikan lingkungan sekolah sebagai salah satu pusat edukasi dan pembentukan perilaku keuangan yang sehat. Tidak hanya mengenalkan cara menabung dan mengelola uang, pelajar juga dibekali pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan serta berbagai risiko keuangan di era digital.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan peningkatan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memahami sekaligus menggunakan layanan keuangan secara bijak.
“GENIUS bukan sekadar mengajarkan anak tentang uang, tetapi mempersiapkan mereka agar mampu mengambil keputusan keuangan yang benar untuk masa depannya. Karena itu, fondasinya harus kita kuatkan mulai dari tenaga pendidik,” kata Nofa.
Ia menilai guru memiliki posisi strategis karena dapat menjadi penggerak sekaligus teladan dalam membangun kebiasaan keuangan yang sehat di lingkungan sekolah.
“Ketika guru memiliki kecakapan keuangan dan mampu menjadi teladan, pengetahuan tersebut dapat diteruskan kepada ratusan bahkan ribuan anak. Mari kita kuatkan gurunya, kita lindungi pelajarnya, dan kita bangun lingkungan sekolahnya,” ujarnya.
Kebutuhan penguatan literasi tersebut tercermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Indeks literasi keuangan nasional tercatat 69,57 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.
Sementara pada kelompok pelajar dan mahasiswa, indeks literasi keuangan tercatat 62,72 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 92,76 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap layanan keuangan sudah relatif luas, namun pemahaman masyarakat, termasuk generasi muda, masih perlu terus diperkuat.
Melalui GENIUS, pelajar mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, budaya menabung, pemahaman produk dan layanan jasa keuangan, hingga kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal.
Materi edukasi juga diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan pelajar terhadap pinjaman online ilegal, penipuan keuangan digital, serta judi online yang dapat menimbulkan kerugian dan persoalan sosial.
Hingga 2026, pelaksanaan GENIUS di wilayah kerja OJK Tasikmalaya telah menjangkau lebih dari 13 ribu pelajar di sedikitnya 36 sekolah di wilayah Priangan Timur. Sasaran program juga mencakup Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Rakyat.
Untuk menjaga keberlanjutan program, OJK Tasikmalaya turut mendorong pembentukan Duta Literasi Keuangan atau Guru Penggerak Literasi Keuangan di lingkungan sekolah.
Para guru tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi mampu meneruskan edukasi mengenai perilaku keuangan sehat kepada peserta didik secara berkelanjutan.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan dukungan terhadap pencanangan GENIUS. Menurutnya, perkembangan layanan keuangan digital harus diimbangi dengan kemampuan generasi muda dalam memahami risiko dan menentukan pilihan secara bertanggung jawab.
“Anak-anak kita hari ini tumbuh di tengah kemudahan akses layanan keuangan yang luar biasa. Karena itu, tugas kita bukan hanya membuka akses, tetapi memastikan mereka memiliki pengetahuan, kehati-hatian, dan kemampuan mengambil keputusan keuangan yang benar,” kata Viman.
Viman berharap sekolah dapat menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan.
Melalui momentum Bulan Inklusi Keuangan 2026, OJK juga mendorong industri jasa keuangan untuk semakin aktif memberikan edukasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan formal yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan.
OJK Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya, KCD Pendidikan Wilayah XII, Dinas Pendidikan, PGRI, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan GENIUS.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuat GENIUS tidak berhenti sebagai kegiatan pencanangan, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang membentuk generasi muda Kota Tasikmalaya lebih cakap mengelola keuangan sekaligus lebih waspada terhadap berbagai risiko keuangan di era digital.***



