Jelang HUT ke-81 RI, Pedagang Bendera Musiman Mulai Ramai di Ciamis, Penjualan Masih Sepi

Image of Pedagang bendera

CIAMIS, pewarta.id – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, pedagang bendera merah putih dan berbagai atribut kemerdekaan mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan utama Kabupaten Ciamis.

Fenomena ini menjadi tradisi tahunan setiap memasuki bulan Agustus. Lapak-lapak dadakan terlihat menghiasi tepi jalan, menawarkan beragam ukuran bendera, umbul-umbul, hingga dekorasi bernuansa merah putih. Namun, aktivitas penjualan tahun ini belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Salah satu pedagang musiman, Kisan (23), warga Leles, Kabupaten Garut, terlihat membuka lapak di Jalan Mr. Iwa Kusumasumantri, tepatnya di depan kantor Perumdam Tirta Galuh Ciamis. Ia mengaku sudah sekitar satu minggu berjualan di lokasi tersebut.

“Sudah sekitar satu minggu berjualan di sini. Selama itu baru sekitar 25 orang yang membeli,” ujar Kisan saat ditemui, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, kondisi penjualan saat ini masih cenderung sepi dan sulit diprediksi. Meski demikian, ia tetap optimistis jumlah pembeli akan meningkat mendekati peringatan 17 Agustus.

Baca Juga :  Hadapi Kemarau Panjang 2026, PDAM Tirta Intan Garut Siap Salurkan Bantuan ke Daerah Krisis Air Bersih.

“Hari-hari sekarang pembelinya belum bisa diprediksi. Kondisi penjualan masih kurang, tapi alhamdulillah tetap ada yang membeli,” katanya.

Kisan menjual berbagai jenis dan ukuran bendera merah putih serta perlengkapan dekorasi kemerdekaan dengan harga bervariasi, mulai dari Rp35 ribu hingga Rp450 ribu, tergantung ukuran dan jenis produk.

Ia juga menyebutkan bahwa desain dekorasi atau backdrop yang dijual tahun ini tidak mengalami banyak perubahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk motif backdrop tidak ada perubahan, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Umar (50), yang juga berasal dari Garut. Ia mengaku baru tiga hari berjualan di Ciamis dan merasakan kondisi pasar yang masih lesu.

“Alhamdulillah, tapi memang sekarang lagi sepi. Dari pagi sampai siang ini baru satu yang laku,” ujarnya.

Umar menjelaskan, harga yang ditawarkan relatif stabil dan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Untuk bendera ukuran kecil dibanderol mulai Rp30 ribu hingga Rp50 ribu, sementara backdrop atau dekorasi besar berkisar Rp200 ribu hingga Rp400 ribu.

Baca Juga :  Dua Pekan Jelang Lebaran. Daop 2 Bandung Lakukan Persiapan Kesiapan  Jalur Rel  dan Lokomotip Kereta.

“Kalau harga di Ciamis masih standar, tidak jauh beda dari tahun kemarin,” katanya.

Namun, ia mengakui kehadiran platform belanja online turut memengaruhi penjualan pedagang musiman seperti dirinya.

“Dengan adanya online itu sangat berpengaruh. Beberapa tahun ke belakang memang terasa sekali dampaknya bagi pedagang seperti kami,” tambahnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, para pedagang tetap berharap penjualan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan seiring meningkatnya antusiasme masyarakat menyambut Hari Kemerdekaan.

“Harapannya tentu jualan bisa lebih ramai, dan masyarakat semakin semangat memasang bendera merah putih di rumah maupun di lingkungan sekitar,” pungkas Umar.

Keberadaan pedagang bendera musiman ini tak hanya menjadi peluang ekonomi bagi para perantau, tetapi juga menjadi simbol semangat nasionalisme yang mulai tumbuh menjelang perayaan kemerdekaan Republik Indonesia.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *