Garut, pewarta.id – Musibah keracunan makanan jatah program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Garut. Kali ini kasus keracunan makanan MBG, menimpa puluhan santri Pondok Pesntren Al-Mansyuriyah, tepatnya di Kp. Cigaluh, RT 04 RW 05, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu, Garut utara.
Berdasarkan keterangan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nrdin Yana di lokasi tadi malam, jumlah korban keracunan yang diduga berasal dari MBG sebanyak 31 orang yang mayoritas adalah anak anak santri di pondok pesantren Al-Mansyuriyah.
Menurut Nurdin, mereka mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi makanan MBG pada hari Selasa, 21 Juli 2026. Selanjutnya, kata Nurdin, pada Rabu 22 Juli dini hari mereka serentak datang ke Puskesmas Cibatu sebanyak 27 orang, kemudian pada Rabu malam bertambah 4 orang, sehingga sampai Rabu malam jumlah korban sebanyak 31 orang.
“Pertama pada jam satu malam itu ada 4 orang, kemudian terus bertambah hingga mencapai 27 orang, dan barusan ada kabar bertambah lagi 4 orang, tapi belum dibawa ke sini (Puskesmas Cibatu-red), kalau itu benar berarti total menjadi 27 orang. Dan mereka telah ditangani secara baik oleh tim kesehatan di Puskesmas Cibatu,” kata Nurdin.
Nurdin juga menambahkan, sejak kejadian berlangsung Puskesmas Cibatu sudah melakukan penangan korban dengan baik. “Kita berharap, para korban segera pulih dan kembali pulang ke rumah. Namun jika masih ada korban tambahan silahkan ke Puskesmas untuk segera ditangani,” imbuhnya.
Berdasarkan pantauan sementara, informasi jumlah korban masih simpang siur. Bahkan beredar di mediai sosial Kamis pagi 23 juli, jumlah korban keracunan MBG yang dapur SPPG-nya berada di Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu ini mencapai 53 orang. (Slamet Timur).











