Bertahun-tahun Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Pengamen Pasar di Sukamukti Berharap Bantuan Renovasi

Image of Whatsapp image 2026 09 04 at 16.10.10
Kondisi rumah Samingan di Dusun Kotaharja, Desa Sukamukti, Kecamatan Pamarican, yang sudah lama tidak layak huni dan makin parah usai gempa, Sabtu (05/09/2026).

CIAMIS, Pewarta.id – Samingan, warga Dusun Kotaharja RT 14 RW 03, Desa Sukamukti, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, telah bertahun-tahun tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Sehari-hari bekerja sebagai pengamen pasar, ia berharap bantuan renovasi rumah dapat segera terealisasi, Sabtu (05/09/2026).

Samingan mengaku tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk memperbaiki rumahnya secara mandiri. Penghasilannya yang terbatas dari mengamen membuat keinginan merenovasi tempat tinggal itu hingga kini belum bisa diwujudkan. “Ya, enggak punya modal untuk merenovasi,” ujar Samingan saat ditemui di kediamannya.

Saat ini Samingan lebih banyak tinggal seorang diri di rumah tersebut. Ia memiliki empat orang anak, dua di antaranya telah berumah tangga, sementara dua anak lainnya bekerja di Jakarta dan hanya sesekali pulang ke kampung halaman. “Sekarang saya di rumah sendiri. Paling anak kalau pulang ke sini,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Samingan mengandalkan pekerjaan sebagai pengamen di pasar. Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas, memperbaiki rumah yang telah lama rusak menjadi hal yang sulit ia lakukan sendiri.

Samingan mengaku sebelumnya pernah menerima bantuan berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya. Namun, bantuan khusus untuk renovasi rumah hingga saat ini belum juga terealisasi. Menurutnya, pihak pemerintah desa sebelumnya telah beberapa kali datang untuk melihat langsung kondisi rumahnya, dan rumah tersebut bahkan disebut telah diajukan untuk mendapatkan bantuan perbaikan. “Sudah dua kali orang desa datang ke sini, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Resmi, Herdiat-Yana Ditetapkan Sebagai Pemimpin Baru Ciamis 2024

Kondisi rumah Samingan yang sebelumnya memang sudah tidak layak huni kini semakin memprihatinkan setelah adanya guncangan gempa yang terjadi baru-baru ini. Guncangan tersebut disebut turut memperparah kondisi bangunan.

Kepala Dusun Kotaharja, Endrayana, membenarkan bahwa rumah milik Samingan sudah cukup lama berada dalam kondisi tidak layak huni. Menurutnya, keterbatasan ekonomi menjadi salah satu faktor utama yang membuat Samingan belum mampu membangun maupun memperbaiki rumahnya secara mandiri. “Ini memang sudah lama. Beliau belum mampu membangun dari dulu karena kondisinya seperti ini dan rumahnya memang sudah termasuk tidak layak huni,” ujar Endrayana.

Ia mengatakan, kondisi bangunan yang sebelumnya telah memprihatinkan kini semakin membutuhkan perhatian setelah terdampak guncangan gempa. “Karena adanya guncangan kemarin, kondisinya menjadi semakin tidak layak huni. Tentunya rumah ini harus segera diperbaiki,” katanya.

Baca Juga :  Wagub Jabar Dukung Persatuan lewat Silaturahmi Kebinekaan di Ciamis

Endrayana mengungkapkan, pemerintah desa sebenarnya telah melakukan berbagai upaya dengan mengusulkan rumah Samingan agar mendapatkan bantuan program perbaikan rumah tidak layak huni. Menurutnya, pengajuan bantuan telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, dan data serta usulan yang diperlukan juga telah disampaikan kepada pihak terkait. Namun, hingga kini belum ada realisasi bantuan. “Dari pihak desa sudah ada usaha untuk mengajukan bantuan. Dari dulu sudah diajukan, bahkan sempat dikirim, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” jelasnya.

Pemerintah desa berharap ada perhatian dari pemerintah maupun instansi terkait terhadap kondisi rumah Samingan, terutama setelah bangunan tersebut semakin memprihatinkan akibat guncangan gempa. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas dan pekerjaan sebagai pengamen pasar, Samingan berharap bantuan renovasi rumah dapat segera terealisasi sehingga ia dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak.

Warga dan pemerintah setempat pun berharap rumah tersebut segera mendapatkan penanganan. Pasalnya, bangunan yang telah bertahun-tahun berada dalam kondisi tidak layak huni kini membutuhkan perbaikan agar keamanan dan keselamatan penghuninya dapat lebih terjamin. (Pewarta.id/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *