Bupati Garut Kunjungi Korban Keracunan MBG Cibatu, Beri Bantuan

Image of Img 20260724 wa0003

Garut, pewarta.id  – Menyusul insiden keracunan massal yang diduga akibat konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cibatu, Pemerintah Kabupaten Garut akhirnya menghentikan sementara operasional dapur penyedia MBG di lokasi kejadian untuk mendukung proses pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN).

 

Bupati Garut mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN guna memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk melakukan peninjauan ulang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta kelengkapan perizinan operasional.

 

“Harapannya segera sembuh kembali dan BGN khususnya juga tadi pagi evaluasi terkait dengan SLHS, perizinan dan lain-lain, kita juga tadi ngobrol dengan Korwil BGN kita minta ini lebih ada atensi dari semuanya supaya tidak terjadi lagi,” ujar Bupati, Kamis, (23/07/26).

Baca Juga :  Dugaan Keracunan Massal di Tasik, Belasan Pelajar Dilarikan ke Puskesmas

 

Kepada para korban Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melakukan kunjungan bersama Bank BJB dan BAZNAS sekaligus menyalurkan bantuan kerohiman awal sebesar Rp250.000 kepada setiap korban sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak musibah tersebut.

 

Bantuan lanjutan berupa paket sembako juga telah disiapkan dan akan disalurkan kepada para korban beserta keluarganya setelah mereka diperbolehkan pulang dari fasilitas kesehatan.

 

Bupati Garut berharap seluruh pasien segera pulih dan hasil evaluasi dapat menjadi dasar perbaikan sistem pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Baca Juga :  Pemerintah Daerah Ciamis komitmen Sejahteraan Guru Raudatul Athfal

 

Sebelumnya, diketahui insiden dugaan keracunan makana MBG di Cibatu, Kabupaten Garut tersebut terjadi psca para korban mengkonsumsi MBG pada Selasa, tanggal 21 Juli 2026. Selanjutnya, gejala keracunan dirasakan para korban hari Rabu, 22 Juli. Para korban datang ke Puskesmas Cibatu secara berangsur dari awalnya 4 orang hingga terakhir jumlah korban mencapai 100 orang. Para korban didominasi usia SD, SMP, dan sebagian besar merupakan santri dan pelajar Pondok Pesantren Al-Mansyuriyah, di Kp. Cigaluh, RT 04 RW 05, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu. (Slamet Timur).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *