Permata Galuh, Terobosan Benih Bawang Merah dari Ciamis: Panen Perdana Capai 16 Ton

Image of Img 20260729 wa0036

Ciamis, pewarta.id  – Kabupaten Ciamis mencatat sejarah baru dalam dunia pertanian. Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah bersama Kelompok Tani Satria Perkasa Nusantara meresmikan panen perdana benih bawang merah unggulan yang diberi nama Permata Galuh.

Image of Img 20260729 wa0019

Dalam keterangannya, Kapolres Hidayatullah menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. “Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama dengan rekanan Kelompok Tani Satria Perkasa. Di Ciamis kita berhasil mengadopsi pembenihan bawang merah, menghasilkan benih bibit bawang super,” ujarnya.

 

Panen perdana di lahan uji coba seluas 2 hektare menghasilkan hampir 16 ton bawang merah. Dari setengah hektare saja, produksi mencapai 8 ton. Selain itu, metode tumpang sari diterapkan dengan menanam bawang bersama jahe gajah, cabai ori, dan jagung dalam satu hamparan lahan.

Baca Juga :  Polres Ciamis Tanam Jagung 2 Hektare, Target 100 Hektare dan Produksi 260 Ton untuk Swasembada Pangan 2026

 

Ketua Kelompok Tani Satria Perkasa Nusantara, H. Endang, menambahkan bahwa benih Permata Galuh menjadi solusi atas kelangkaan bibit. “Sekarang susah mencari benih. Kalau dijual ke pasar harganya turun, jadi kami fokus pembenihan agar lebih tinggi nilainya. Harga benih saat ini Rp60.000–Rp70.000 per kilo, dan sudah banyak yang pesan,” jelasnya.

 

Ke depan, lahan akan diperluas hingga 5 hektare di Desa Wanasigra, dengan dukungan masyarakat dan pemerintah desa.

Baca Juga :  Mengenalkan Literasi Sejak Dini, MIS Winduraja Ajak Siswa Baru Wisata Baca ke Komunitas Gada Membaca

 

Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Eka Dyah Utami, mengapresiasi langkah ini. “Kami akan mendorong sertifikasi GAP (Good Agricultural Practice) agar benih bawang merah ini memiliki legalitas. Dengan luas 2 hektare, produksi ini juga membantu menekan inflasi akibat harga cabai dan bawang merah,” ungkapnya.

 

Inovasi Permata Galuh diharapkan menjadi tonggak ketahanan pangan lokal, mengurangi ketergantungan impor bawang merah, dan membuka peluang ekspor di masa depan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *