Ciamis, pewarta.id – Warna baru hadir di belantika musik Indonesia melalui band asal Ciamis, SUNDALAND, yang resmi merilis album perdananya bertajuk “ENG ING ENG”. Album ini menjadi langkah awal band tersebut dalam mengusung lagu-lagu berbahasa Sunda dengan gaya modern dan penuh kreativitas.
Album “ENG ING ENG” diproduksi oleh Cokro Genep Production, dan menjadi bukti nyata semangat enam musisi asal Ciamis untuk mengangkat bahasa Sunda ke panggung musik nasional. Lirik dalam album ini 90 persen menggunakan bahasa Sunda, diselingi dengan beberapa kata dalam bahasa Indonesia dan Inggris yang menambah kesan segar dan humoris.
Salah satu personel band, Joseph selaku pemain drum, menceritakan bahwa SUNDALAND terbentuk pada Januari 2024 dengan semangat dan komitmen kuat.
“Waktu pertama kali muncul ide bikin band berbahasa Sunda, sempat ada yang nanya: pede kitu nyieun band Sunda? Kami jawab: yu, buktikeun! Alhamdulillah, berkat panangtayungan Allah SWT, akhirnya di September 2025 bisa resmi rilis album perdana,” ujar Joseph penuh semangat.
Judul album “ENG ING ENG” sendiri, kata Joseph, diambil dari ungkapan yang menggambarkan kejutan dan rasa tak terduga—layaknya efek suara saat sesuatu yang mengejutkan terjadi.
“Kami ingin album ini bikin reuwas, kaget tapi senang. Pokoknya eng ing eng lah!,” tambahnya sambil tertawa.
Album ini berisi 10 lagu, di antaranya Afraid of Wife, Munding, Cucunguk, Teubaleg, Jauh, Pantun Babaratan, Saksi Ucing, Ngopi Tong Women, Saritem, dan Leuwi Keris yang menampilkan kolaborasi dengan penyanyi Nazwa. Setiap lagu memadukan unsur humor, kritik sosial, dan filosofi kehidupan masyarakat Sunda dengan aransemen musik yang ringan dan menghibur.
Formasi lengkap band SUNDALAND terdiri dari:
-
Pidin (Vokal)
-
Erik (Vokal)
-
Dudi Akew (Gitar)
-
Asep Pes (Gitar)
-
Gin Yorke (Bass)
-
Joseph (Drum)
Melalui karya ini, SUNDALAND berharap dapat membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap bahasa Sunda.
“Urang Sunda kudu nyunda. Kami hanya ingin menunjukkan bahwa bahasa Sunda bisa dibawa ke ranah musik modern tanpa kehilangan identitas budaya,” tuturnya.
Menutup perbincangan, seluruh personel SUNDALAND mengajak masyarakat, khususnya warga Jawa Barat, untuk memberikan dukungan dan doa agar karya mereka diterima luas oleh pecinta musik tanah air.
“Mugia Allah SWT nangtayungan urang sadayana, utamana para seniman Sunda anu masih satia ngariksa basa jeung seni Sunda,” pungkas mereka kompak.
Album “ENG ING ENG” kini resmi dirilis dan siap menemani penikmat musik tanah air dengan nuansa Sunda yang segar, jenaka, dan penuh makna.(piss)











