INDRAMAYU, pewarta.id — Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 19 Kabupaten Indramayu tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat eksistensi RAPI di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi.
Muswil yang digelar di Aula KPRI Mekarjaya, Kecamatan Widasari, Minggu (23/8/2026), menetapkan Nurendra Sriyanto (JZ 10 UUS) sebagai Ketua RAPI Wilayah 19 Kabupaten Indramayu masa bakti 2026–2030 secara aklamasi dan demokratis.
Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan membawa semangat baru bagi RAPI untuk terus meningkatkan peran sosial kemasyarakatan, khususnya dalam bidang komunikasi, pelayanan informasi, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan pemerintah maupun penanganan kondisi darurat di lapangan.
Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin menilai keberadaan RAPI selama ini telah menunjukkan konsistensi dalam mendukung berbagai kegiatan di tengah masyarakat. Bahkan, menurutnya, RAPI memiliki posisi strategis karena kerap hadir ketika dibutuhkan dalam berbagai kegiatan maupun situasi yang membutuhkan dukungan komunikasi.
“Sebelum di eksekutif, saya di DPRD. Saya sering ketemu dengan insan-insan RAPI di lapangan. Di setiap event selalu ada RAPI. RAPI adalah bagian masyarakat dan mitra strategis yang tidak perlu dibantah,” ujar Syaefudin.
Menurutnya, kemitraan RAPI tidak hanya dirasakan oleh pemerintah daerah, tetapi juga oleh TNI dan kepolisian. Kehadiran anggota RAPI di berbagai kegiatan menunjukkan bahwa organisasi tersebut memiliki jaringan komunikasi yang cukup kuat dan dekat dengan masyarakat.
“Pihak kepolisian, TNI, dan pemda mengakui betul keberadaan RAPI yang ada di mana-mana,” katanya.
Namun, Syaefudin mengingatkan bahwa kuatnya eksistensi RAPI harus diikuti dengan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat secara cepat sehingga organisasi dituntut mampu melahirkan inovasi tanpa meninggalkan karakter dan fungsi sosialnya.
“RAPI tetap menjadi bagian penting pembangunan khususnya di bidang komunikasi—tidak luntur karena zaman, tidak lekang karena panas, dan tetap jaya,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap hasil Muswil VIII tidak berhenti pada penetapan kepengurusan baru. Forum tersebut harus mampu menghasilkan program kerja yang konkret, progresif, dan menjawab kebutuhan masyarakat di era komunikasi digital.
“Musyawarah ini harus menghasilkan produk program yang progresif ke depan,” lanjut Syaefudin.
Momentum regenerasi ini juga menjadi perhatian Pengurus Daerah RAPI Jawa Barat. Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat Yaya Dachyarna, SE, mengatakan Muswil memiliki fungsi penting sebagai ruang evaluasi terhadap perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan untuk empat tahun mendatang.
“Muswil bertujuan untuk mengevaluasi kinerja organisasi secara menyeluruh serta menetapkan arah kepemimpinan baru untuk masa bakti empat tahun ke depan,” kata Yaya.
Muswil VIII RAPI Wilayah 19 Kabupaten Indramayu sendiri diikuti oleh perwakilan dari enam pengurus lokal. Forum tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesinambungan organisasi sekaligus membuka ruang bagi munculnya gagasan dan energi baru dalam kepengurusan periode 2026–2030.
Dengan terpilihnya Nurendra Sriyanto sebagai ketua secara aklamasi, kepengurusan baru diharapkan mampu memadukan pengalaman pengurus sebelumnya dengan gagasan generasi baru. Kombinasi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas organisasi sekaligus mendorong inovasi.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Indramayu Suwenda, Wakil Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat H. Taufik Hidayat selaku pimpinan DPP Organisasi Wilayah RAPI Indramayu, Ketua DPPOD RAPI Daerah 10 Jawa Barat Prof. Dr. Heriyono, serta Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat Yaya Dachyarna, SE.
Kepengurusan RAPI Wilayah 19 Kabupaten Indramayu periode 2026–2030 selanjutnya diharapkan mampu mengimplementasikan hasil sidang komisi menjadi program nyata. Fokusnya tidak hanya menjaga keberlangsungan organisasi, tetapi juga memperkuat kontribusi RAPI dalam kegiatan sosial, kebencanaan, komunikasi masyarakat, serta sinergi dengan pemerintah dan aparat keamanan.
Dengan demikian, Muswil VIII menjadi titik awal bagi RAPI Indramayu untuk memasuki fase baru. Regenerasi kepemimpinan diharapkan tidak sekadar menghasilkan struktur organisasi baru, tetapi juga melahirkan terobosan agar RAPI tetap dibutuhkan masyarakat dan mampu mempertahankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah di tengah perubahan teknologi komunikasi yang semakin cepat.[gpwk].











