Apel Siaga Karhutla Perhutani KPH Ciamis 2026: Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Kebakaran Hutan

Image of 20260824 091040

CIAMIS, pewarta.id – Suasana pagi di Hutan Geger Bentang, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, terasa berbeda pada Senin (24/8/2026). Ratusan personel dari berbagai instansi berkumpul dalam Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ciamis.

 

Kegiatan ini bukan sekadar apel rutin, melainkan momentum penting untuk menyatukan langkah menghadapi ancaman kebakaran hutan yang kerap melanda kawasan produksi di wilayah Banjar­sari dan Cicapar. Hadir dalam apel tersebut jajaran BPBD Kabupaten Ciamis, Muspida, TNI-Polri dari Koramil dan Polsek Pamarican, LMDH, serta Forum Relawan Ciamis Selatan.

Image of 20260824 091040

Kesiapan dan Sinergi

Apel siaga ini bertujuan memeriksa kesiapan sarana prasarana pemadam kebakaran, mulai dari mobil pemadam, mesin pompa air, hingga alat pelindung diri. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat komunikasi lintas sektor antara Perhutani, BPBD, TNI, Polri, Cabang Dinas Kehutanan, hingga kelompok masyarakat peduli api.

 

Administratur (Adm) Perum Perhutani KPH Ciamis, Tofik Hidayat, menegaskan bahwa apel siaga adalah bagian dari strategi deteksi dini.

Baca Juga :  MUNAS XVI PRSSNI ERICK THOHIR DORONG RADIO ANGGOTA HARUS ADAPTIF

 

“Apel siaga ini sengaja kita laksanakan sebagai upaya deteksi dini. Lebih efektif mencegah dan meminimalisir potensi kebakaran dibandingkan menunggu api membesar. Sosialisasi kepada masyarakat, terutama LMDH, menjadi ujung tombak agar potensi kebakaran bisa ditekan,” ujarnya.

 

Menurut Tofik, seluruh kawasan hutan seluas 30.606 hektare di Ciamis, Banjar, dan Pangandaran dianggap rawan kebakaran, terutama saat musim kemarau. Karena itu, seluruh personel Perhutani, mulai dari jajaran manajemen hingga mandor lapangan, dilibatkan dalam penjagaan dan penanganan darurat.

 

“Jangan sampai kita terlena dengan target perusahaan lalu melupakan tugas pokok menjaga hutan. Semua personel Perhutani wajib terlibat, baik di kantor maupun lapangan. Apel ini adalah bagian dari komitmen menjaga kelestarian hutan sekaligus melindungi masyarakat,” tegasnya.

 

Wilayah Rawan dan Faktor Penyebab

 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyebutkan sejumlah wilayah rawan karhutla, di antaranya Pamarican, Banjaranyar, Banjar­sari, Panawangan, dan Caharbuti.

Baca Juga :  DPW NasDem Jabar Buka Jalan Toto Marwoto Masuk Bursa Wakil Bupati Ciamis

 

“Di Ciamis insya Allah tidak ada kebakaran yang disengaja. Rata-rata karena kecerobohan, seperti puntung rokok atau pembakaran sampah yang meluas. Sekecil apapun api bisa memicu kebakaran besar di musim kemarau,” jelas Ani.

 

Ia menambahkan, bulan ini saja tercatat ada 11 titik kebakaran, semuanya akibat ketidaksengajaan. Karena itu, edukasi masyarakat menjadi kunci utama.

 

“Upaya kami adalah sinergi lintas sektor. Imbauan kami jelas: jangan membakar sampah sembarangan, jangan buang puntung rokok sembarangan, dan jangan main-main dengan api. Semua pihak harus terlibat agar kebakaran bisa dicegah sejak awal,” tegasnya.

 

Komitmen Bersama

Apel siaga karhutla ini menegaskan bahwa pencegahan lebih utama daripada penanganan. Dengan patroli terpadu, sosialisasi intensif, serta keterlibatan masyarakat, diharapkan ancaman kebakaran hutan dan lahan di Ciamis dapat ditekan seminimal mungkin.

 

Selain menjaga kelestarian hutan, kegiatan ini juga menjadi simbol komitmen bersama bahwa keselamatan lingkungan dan masyarakat adalah prioritas utama.***

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *