OJK: Program KEJAR Sumedang Tambah 4.761 Rekening Pelajar, Nilai Tabungan Tembus Rp2,46 Miliar

Image of Img 20260725 wa0027

SUMEDANG, pewarta.id  — Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Kabupaten Sumedang mencatat penambahan 4.761 rekening baru dengan total saldo tabungan mencapai Rp2,46 miliar pada Semester I 2026. Capaian tersebut menjadi hasil penguatan sinergi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Kabupaten Sumedang, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), serta industri jasa keuangan dalam memperluas inklusi keuangan bagi pelajar.

Image of Img 20260724 wa0109

Penguatan program tersebut ditandai dengan penerbitan Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor 41 Tahun 2026 tentang Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang mewajibkan percepatan kepemilikan rekening tabungan bagi peserta didik mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) dan sederajat.

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan keberhasilan Program KEJAR di Sumedang menunjukkan bahwa percepatan inklusi keuangan memerlukan komitmen pemerintah daerah yang didukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga :  OJK Tasikmalaya Perkuat Pemberdayaan Peternak Lokal Lewat Program BEREHAN, Dorong ASN Menabung Kurban

“Kabupaten Sumedang menunjukkan bahwa keberhasilan Program KEJAR tidak hanya ditentukan oleh jumlah rekening yang dibuka, tetapi juga oleh kuatnya kepemimpinan daerah, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta sistem monitoring yang berjalan efektif. Surat Edaran Bupati, pelibatan TPAKD, pembagian wilayah pendampingan sekolah, hingga keterlibatan lembaga keuangan formal menjadi praktik baik yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat inklusi keuangan generasi muda,” kata Nofa.

Dalam implementasinya, Pemerintah Kabupaten Sumedang tidak hanya melibatkan perbankan, tetapi juga menggandeng Lembaga Keuangan Mikro (LKM) untuk memperluas jangkauan layanan keuangan formal bagi pelajar.

Melalui koordinasi TPAKD, pelaksanaan Program KEJAR diperkuat dengan sistem pembagian wilayah pendampingan sekolah. Skema tersebut memungkinkan proses sosialisasi, pembukaan rekening, pemantauan, hingga evaluasi capaian dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan Program KEJAR merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang memiliki kemandirian finansial sejak usia dini.

Baca Juga :  Kejari Kota Banjar Pastikan Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Masih Berjalan

“Menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan. Karena itu Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen menghadirkan kebijakan yang menjangkau seluruh peserta didik sejak PAUD hingga SMA/SMK serta memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar budaya menabung menjadi gerakan bersama di Kabupaten Sumedang,” ujar Dony.

OJK menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang, anggota TPAKD, dan seluruh pemangku kepentingan melalui edukasi keuangan yang berkelanjutan, perluasan akses terhadap layanan keuangan formal, serta penguatan implementasi Program KEJAR.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *