IJTI Korda Galuh Raya Sosialisasikan Kode Etik dan Jurnalisme Positif di Desa Karyamukti Lewat Program “Jelajah Desa”

Image of Img 20251204 wa0017

CIAMIS, pewarta.id — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Galuh Raya menggelar kegiatan sosialisasi kode etik jurnalistik sekaligus mengenalkan konsep Jurnalisme Positif kepada perangkat desa dalam rangkaian Program “Jelajah Desa”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Desa Karyamukti, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Kamis (04/12/2025).

 

Meningkatkan Kapasitas Aparatur Desa di Era Digital

 

Kegiatan “Jelajah Desa” merupakan program edukasi dan pendampingan yang digagas IJTI untuk memperkuat literasi media, terutama di tingkat desa. Di tengah derasnya transformasi digital dan banjir informasi, IJTI menilai penting bagi aparatur desa memiliki pemahaman yang baik tentang etika pemberitaan dan cara menyebarkan informasi yang akurat, berimbang, serta bermanfaat.

 

Ketua IJTI Korda Galuh Raya menjelaskan bahwa program ini menjadi ruang pembelajaran bagi perangkat desa agar mampu mengelola informasi desa dengan benar, sekaligus mempromosikan potensi lokal secara profesional.

 

“Perangkat desa kini berada di garda terdepan dalam penyampaian informasi publik. Dengan pelatihan jurnalistik dan pemahaman etika, kami ingin memastikan bahwa setiap informasi yang keluar dari desa bisa dipertanggungjawabkan dan membawa dampak positif,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Baca Juga :  Bupati Herdiat Tinjau Lokasi Longsor Panawangan, 139 Warga Mengungsi

 

Sosialisasi Kode Etik dan Peran Jurnalisme Positif

 

Dalam sesi utama, para peserta mendapatkan materi terkait Kode Etik Jurnalistik, termasuk prinsip kebenaran, keberimbangan, independensi, serta larangan penyebaran informasi hoaks. Selain itu, IJTI juga memperkenalkan konsep Jurnalisme Positif, yakni pendekatan pemberitaan yang mengedepankan solusi, inspirasi, dan narasi pembangunan tanpa meninggalkan fakta dan prinsip jurnalistik.

 

Menurut pemateri, Jurnalisme Positif sangat relevan untuk diterapkan di era media digital saat ini.

 

“Jurnalisme Positif bukan berarti menutup-nutupi masalah. Tapi bagaimana sebuah berita dapat memberi nilai tambah, menghadirkan konteks, dan mendorong perubahan,” jelas salah satu pengurus IJTI saat memberikan materi.

 

Pelatihan Teknik Jurnalistik Televisi

 

Selain teori, peserta juga mendapatkan workshop praktik jurnalistik televisi. Mulai dari teknik pengambilan gambar, penulisan naskah berita, hingga cara menyusun konten video yang informatif dan layak tayang. Para perangkat desa tampak antusias mengikuti sesi tersebut, terutama saat praktik langsung membuat stand up dan wawancara.

 

Tujuan utama dari pelatihan ini adalah agar perangkat desa mampu mempromosikan potensi desa—mulai dari ekonomi, pariwisata, budaya, hingga program pembangunan—dalam format konten yang lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat luas.

Baca Juga :  APP P3UKDK Ciamis Rayakan HUT ke-19, Kukuhkan Komitmen Pengabdian

 

Mendorong Desa Lebih Siap Hadapi Transformasi Digital

 

Kepala Desa Karyamukti Andry Suwandi,

mengapresiasi langkah IJTI yang telah turun langsung memberikan pendampingan kepada perangkat desa. Menurutnya, kemampuan dokumentasi dan publikasi menjadi kebutuhan penting di era digitalisasi.

 

“Desa bukan hanya tempat penyelenggaraan pemerintahan, tapi juga pusat informasi. Dengan pembekalan seperti ini, kami semakin siap untuk mengelola informasi dan mempublikasikan potensi desa,” kata Kades Karyamukti.

 

Harapan Ke Depan

 

IJTI Korda Galuh Raya berkomitmen untuk terus memperluas program “Jelajah Desa” ke wilayah lain di Ciamis, Tasikmalaya, Pangandaran, dan sekitarnya. Program ini diharapkan dapat memperkuat kualitas informasi publik, mempromosikan potensi desa, serta membangun budaya bermedia yang sehat dan bertanggung jawab.

 

Kegiatan selesai pada sore hari dengan penyerahan cendera mata serta sesi foto bersama antara pengurus IJTI dan perangkat desa.

 

Jika Anda ingin versi lebih panjang, tambahan kutipan, atau penyesuaian gaya media tertentu (straight news, feature, naratif, atau investigatif ringan), saya siap menyusun ulang.

 

 

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *