Ciamis, pewarta.id – Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Ciamis pada Jumat (2/1/2026) mengakibatkan serangkaian bencana alam, mulai dari tanah longsor, rumah ambruk, hingga kerusakan bangunan sekolah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat sejumlah kejadian di beberapa kecamatan, dengan asesmen dilakukan pada Sabtu (3/1/2026).
Salah satu kejadian menonjol terjadi di Desa Cimaragas, Kecamatan Cimaragas, berupa rumah ambruk milik Ujang Maman (1 KK, 5 jiwa). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB akibat hujan deras yang diperparah kondisi atap rumah yang sudah lapuk termakan usia. Atap rumah dilaporkan roboh sebagian hingga menyeluruh dengan tingkat kerusakan rusak sedang (36 persen).
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun pemilik rumah terpaksa mengungsi ke rumah orang tuanya. BPBD Ciamis telah melakukan assessment, menyalurkan bantuan sembako, serta berkoordinasi dengan aparat dan warga setempat untuk pembersihan puing secara gotong royong.
Di lokasi lain, cuaca ekstrem berupa angin kencang juga terjadi di Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, sekitar pukul 17.00 WIB. Sebuah pohon kelapa tumbang dan menimpa atap rumah warga bernama Kosir (83). Kerusakan terjadi pada bagian kamar dengan kategori rusak ringan (15 persen). Penanganan pohon tumbang telah dilakukan bersama aparat, relawan, dan masyarakat, sementara perbaikan atap masih berlangsung.
Angin kencang juga berdampak pada fasilitas pendidikan di SDN 2 Margaharja, Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana. Hujan deras disertai angin menyebabkan atap Ruang Kelas 1B dan Ruang Kepala Sekolah ambruk sekitar pukul 18.00 WIB. Kerusakan bangunan masuk kategori rusak sedang (35 persen). Saat ini puing-puing bangunan telah dibersihkan, namun perbaikan atap belum dilakukan.
Selain cuaca ekstrem, tanah longsor turut dilaporkan terjadi di beberapa wilayah. Di Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, longsor terjadi pada Kamis (1/1/2026) sore, akibat hujan dengan durasi panjang. Tebing setinggi sekitar 10 meter longsor dan menutup saluran irigasi, sehingga mengganggu aliran air ke area persawahan dan kolam. Penanganan material longsoran baru dilakukan sebagian, sementara kebutuhan mendesak berupa pembangunan tembok penahan tanah (TPT).
Longsor juga menimpa Desa Sidamulih, Kecamatan Pamarican, pada Jumat malam sekitar pukul 18.26 WIB. Tanah urugan di belakang rumah warga bernama Rasiwa longsor dan menjebol dinding kamar rumah selebar lima meter. Kerusakan dikategorikan rusak ringan (15 persen). Material longsoran telah ditangani sebagian dan dinding yang jebol sementara ditutup terpal.
BPBD Kabupaten Ciamis menyatakan seluruh kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat desa, relawan, dan masyarakat untuk penanganan darurat, pendataan kerusakan, serta penyaluran bantuan logistik. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi, terutama di wilayah rawan longsor dan angin kencang.











