Lonjakan Pengunjung di Taman Satwa Cikembulan Saat Libur Idul Fitri

Image of Img 20260324 wa0101

Garut, pewarta.id – Objek wisata Taman Satwa Cikembulan, Kadungora, Garut, Jawa Barat, mengalami lonjakan pengunjung pada masa liburan Idul Fitri 1447 H/2026 M. Peningkatan jumlah wisatawan mulai terlihat sejak H+1 Lebaran, Minggu (21/3/2026).

Image of Img 20260324 wa0102

Humas Taman Satwa Cikembulan Garut, Wili Ariesta, menyebutkan jumlah kunjungan pada libur Lebaran tahun ini mencapai ribuan orang per hari. Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya. “Alhamdulillah, dibanding dengan Lebaran lalu ada peningkatan cukup banyak. Kelihatan parkiran selalu penuh sejak hari Minggu kemarin,” ujarnya.

 

Menurut Wili, tren kunjungan diperkirakan berlangsung hingga akhir pekan, seiring berakhirnya masa libur sekolah pada Minggu (29/3/2026). “Kemungkinan besok sampai Jumat agak landai, kemudian Sabtu dan Minggu akan melonjak lagi. Ini sesuai dengan waktu liburan sekolah yang juga akan berakhir Minggu besok,” paparnya.

Baca Juga :  Wabup Garut Resmikan Jalan Lingkungan Cihanja di Kecamatan Karangtengah

 

Untuk menambah daya tarik, pihak pengelola menghadirkan program edutainment berupa animal feeding, animal interaction, dan animal attraction yang digelar dua kali sehari selama musim liburan. Satwa favorit pengunjung masih didominasi Singa Afrika, Beruang, Harimau, serta atraksi burung kakak tua, kucing, dan reptil. Selain itu, pengunjung juga antusias memberi makan rusa, kelinci, dan berfoto bersama satwa lainnya.

 

Meski demikian, Wili mengakui koleksi satwa langka belum bertambah. Hingga kini, Taman Satwa Cikembulan memiliki 115 spesies dengan total 480 ekor satwa. Kendala biaya operasional menjadi alasan utama belum adanya penambahan koleksi. “Mudah-mudahan ke depan akan ada peningkatan jumlah koleksi kami,” jelasnya.

Baca Juga :  Mulai Hari Ini (Kamis) Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Garut Tersenyum, Pasalnya Gaji Ke 13 Mulai di Bayarkan

 

Ia menambahkan, meski kunjungan meningkat dibanding tahun lalu, jumlahnya masih belum pulih seperti sebelum pandemi Covid-19. Kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil turut memengaruhi tingkat kunjungan dan kemampuan pembiayaan operasional. “Secara umum kondisi perekonomian masyarakat tampaknya belum stabil, ini sangat berpengaruh pada jumlah kunjungan, yang dengan sendirinya berdampak pada kemampuan pembiayaan operasional kami,” pungkasnya.(Slamet Timur).

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *