Pupuk Kujang Perkuat Energi Baru dan Blue Ammonia Demi Jaga Keandalan Produksi Pupuk Nasional

Image of Img 20260508 wa0094

Karawang, pewarta.id – PT Pupuk Kujang, anak usaha dari Pupuk Indonesia, mempertegas komitmennya dalam mendukung implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan pemanfaatan gas bumi sebagai bahan baku utama sekaligus pengembangan energi baru guna menjaga keandalan produksi pupuk nasional.

 

Melalui sinergi bersama Dewan Energi Nasional dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Pupuk Kujang menyelaraskan strategi operasional perusahaan dengan arah kebijakan energi nasional yang lebih berkelanjutan.

 

Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kujang, Arlyza Eka Wijayanti mengatakan, keandalan pasokan energi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi pupuk untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

 

“Keandalan pasokan energi dan gas bumi adalah kunci utama dalam menjaga mandat ketahanan pangan. Dengan stabilitas energi yang terjaga, kami dapat mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik guna memastikan kebutuhan petani di lapangan senantiasa terpenuhi,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

 

Selain menjaga stabilitas produksi, perusahaan juga mulai mempercepat pengembangan industri berbasis energi bersih. Saat ini, Pupuk Kujang tengah mengembangkan Blue Ammonia dan menjajaki Green Ammonia sebagai hydrogen carrier atau pembawa hidrogen masa depan.

Baca Juga :  Pemkab Ciamis Raih Anugerah Raksa Prasada, Penghargaan Dari Provinsi Jawa Barat

 

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari strategi Climate Action perusahaan yang berfokus pada efisiensi energi, pengurangan emisi, serta pembangunan ekosistem industri hijau berkelanjutan.

 

Langkah transformasi energi ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan operasional pabrik sekaligus meningkatkan daya saing industri pupuk nasional di tengah tantangan transisi energi global.

 

Stok Pupuk Jawa Barat Dipastikan Aman

 

Optimalisasi manajemen energi dan produksi yang dilakukan perusahaan juga berdampak terhadap ketersediaan stok pupuk bersubsidi di berbagai daerah.

 

Berdasarkan data per 6 Mei 2026, total stok pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Barat mencapai 26.998 ton. Jumlah tersebut terdiri dari pupuk Urea sebanyak 23.982 ton dan pupuk NPK sebesar 3.015,8 ton.

 

Di kawasan Pantura yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional, Pupuk Kujang menyiagakan stok pupuk bersubsidi sebanyak 4.258 ton. Rinciannya meliputi pupuk Urea 3.790 ton dan NPK 467,9 ton.

 

Untuk wilayah Karawang, stok pupuk Urea tercatat mencapai 794 ton dan NPK 261,5 ton. Sementara di Subang, stok Urea tersedia sebanyak 1.479,9 ton dan NPK 206,45 ton. Adapun di Indramayu, stok Urea mencapai 1.516,40 ton.

Baca Juga :  Perangkat Desa Jelat Dipecat Tanpa Restu Bupati, Eks Kaur TU Bawa Kasus ke Inspektorat Ciamis

 

Sedangkan untuk wilayah Priangan Timur, stok pupuk Urea juga dipastikan aman dengan total ketersediaan mencapai 6.204 ton. Jumlah tersebut tersebar di Garut sebanyak 2.505 ton, Tasikmalaya 1.432,7 ton, Ciamis 438 ton, Banjar 1.487,5 ton, serta Pangandaran 340 ton.

 

Menurut Arlyza, kepastian pasokan gas bumi dan optimalisasi energi menjadi faktor penting agar seluruh tahapan produksi hingga distribusi pupuk berjalan sesuai alokasi pemerintah.

 

“Pupuk Kujang terus berkomitmen menjadi pilar stabilitas pangan nasional melalui manajemen operasional yang efisien, inovatif, dan berwawasan lingkungan,” katanya.

 

PT Pupuk Kujang merupakan produsen pupuk yang mendistribusikan pupuk bersubsidi untuk wilayah Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa Tengah. Selain mendukung kedaulatan pangan nasional, perusahaan juga menjalankan standar keselamatan kerja serta aktif dalam program pengembangan masyarakat berbasis lingkungan.***

 

 

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *