Hari Kedua Tasik Wedding Festival 10.1 Catat 130 Transaksi Senilai Rp2,8 Miliar

Image of Twf 10 (5)

TASIKMALAYA, pewarta.id – Pergerakan bisnis industri pernikahan semakin terlihat pada hari kedua Tasik Wedding Festival (TWF) 10.1. Dalam pelaksanaan pada 8 Agustus 2026, festival tersebut mencatat 130 transaksi dengan total nilai mencapai Rp2.826.340.000.

Capaian transaksi tersebut menjadi salah satu indikator tingginya minat masyarakat terhadap berbagai produk dan jasa kebutuhan pernikahan yang ditawarkan dalam ajang tersebut.

Image of Twf 10 (2) Image of Twf 10 (3)

Ketua Pelaksana Tasik Wedding Festival 10.1 sekaligus CEO Taravty Project, Olivia Darmawan, mengatakan capaian pada hari kedua menunjukkan respons positif dari masyarakat terhadap para vendor yang berpartisipasi.

“Alhamdulillah, pada hari kedua ini kami mencatat 130 transaksi dengan total nilai Rp2.826.340.000. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kebutuhan pernikahan yang ditawarkan para vendor cukup tinggi,” ujar Olivia.

Menurut Olivia, transaksi tersebut mencakup beragam kebutuhan pernikahan, mulai dari venue, dekorasi, busana pengantin, fotografi, katering hingga berbagai layanan pendukung lainnya.

“Nilai transaksi yang hampir mencapai Rp2,83 miliar dalam satu hari tentu menjadi capaian yang positif. Ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi industri pernikahan di Tasikmalaya dan sekitarnya masih sangat besar,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Ciamis Serahkan Bantuan untuk 83 KK Korban Bencana

Tasik Wedding Festival 10.1 diikuti 24 vendor yang menempati 21 booth. Puluhan vendor tersebut menghadirkan berbagai produk dan layanan yang menyasar kebutuhan calon pengantin.

Kehadiran para vendor menjadi salah satu daya tarik TWF 10.1 karena pengunjung dapat secara langsung melihat produk, berkonsultasi dengan penyedia jasa, sekaligus menentukan kebutuhan pernikahan sesuai konsep dan anggaran yang dimiliki.

“Dalam festival ini kami mempertemukan 24 vendor dalam 21 booth. Mereka memiliki produk dan layanan yang beragam sehingga calon pengantin bisa mendapatkan banyak pilihan dalam satu tempat,” ungkap Olivia.

Ia menilai, transaksi yang terjadi tidak hanya memberikan keuntungan bagi vendor, tetapi juga berpotensi menggerakkan sektor usaha lain yang berada dalam rantai industri pernikahan.

Baca Juga :  5 Motor Matic Paling Irit BBM di 2025, Bikin Dompet Tetap Aman

“Industri wedding itu ekosistemnya luas. Ketika ada transaksi untuk pernikahan, banyak sektor lain yang ikut bergerak, mulai dari kuliner, fesyen, dekorasi, percetakan, fotografi sampai videografi,” jelasnya.

Capaian 130 transaksi dalam satu hari juga menunjukkan bahwa industri pernikahan masih memiliki pasar yang cukup kuat di tengah berkembangnya sektor ekonomi kreatif.

Olivia berharap TWF 10.1 tidak berhenti sebagai ajang pameran dan transaksi, tetapi dapat membuka peluang pasar baru serta memperkuat jejaring antarpelaku usaha.

“Kami berharap transaksi ini bukan hanya terjadi selama festival, tetapi bisa berlanjut menjadi kerja sama dan pasar baru bagi para vendor. Yang paling penting, ekonomi kreatif lokal juga ikut tumbuh,” tambahnya.

Dengan capaian hari kedua sebanyak 130 transaksi senilai Rp2.826.340.000, Tasik Wedding Festival 10.1 menunjukkan besarnya potensi pasar industri pernikahan sekaligus peluang bagi pelaku usaha lokal untuk terus mengembangkan bisnisnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *